Radar Batang

Geregetnya Wihaji Berdiskusi dengan Pegiat Media Sosial

Wihaji dan Pegial Medsos

SHARING – Bupati Wihaji berkesempatan sharing dengan sejumlah komunitas lokal pegiat media sosial dalam kegiatan Bakohumas, Senin (30/7) lalu.
AKHMAD SAEFUDIN

BATANG – Lama ditunggu, Bupati Wihaji akhirnya berkesempatan bertatap muka dan berdiskusi dengan sejumlah komunitas pegiat media sosial di Kabupaten Batang, Senin (30/7). Wihaji bahkan gagal menyembunyikan geregetnya untuk sharing pengetahuan dan peran dalam rangka percepatan pemajuan Batang, utamanya melalui investasi dan pariwisata.

Kesempatan itu datang saat pertemuan Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) dan Pegiat Medsos Kabupaten Batang yang dilangsungkan di Hotel Dewi Ratih. Kegiatan yang dipandegani Bagian Humas Setda Batang itu menjadi kali pertama menghadirkan sejumlah komunitas lokal pegiat media sosial.

“Ini forum yang sudah lama saya tunggu-tunggu. Karena di era teknologi informasi sekarang ini, pemerintah daerah tidak bisa tidak harus melibatkan komunitas-komunitas lokal yang bergiat di media sosial,” ungkap Bupati.

Dalam kesempatan itu, Bupati bahkan meminta waktu agar bisa lebih lama sharing dengan para pegiat sosial Batang. Hasilnya, lebih dari tiga jam dia berinteraksi dengan serius tapi santai. Bupati pun menyampaikan komitmen keterbukaannya di hadapan para aktivis linimassa itu; saling sharing, menerima kritik dan masukan yang konstruktif bagi ikhtiar mendongkrak Batang.

“Tolong dibantu, Batang ini punya kekuatan yang luar biasa, terutama pada alamnya. Inilah karakter kita, yang bisa dikembangkan untuk mensejahterakan masyarakatnya. Itu kenapa saya pilih pariwisata sebagai salah satu program prioritas lima tahunan,” terangnya.

Kata dia, pengembangan pariwisata menjadi usaha ekonomi paling miskin resiko, bahkan di saat resesi ekonomi sekalipun. Hasil research juga menyebut income perkapita dari sektor ini mengalahkan bisnis minyak.

“Pariwisata ini jadi prioritas kami, juga investasi. Itu sebabnya, saat bertemu Pak Presiden Jokowi, saya sampaikan dua hal. Pertama soal RTRW yang sedang kami revisi agar dibantu, karena ratusan investor sudah menunggu. Kedua, kami juga sampaikan konsep pengembangan Transit Oriented Development (TOD), konsep yang memggabungkan rest area tol, UMKM, dan wisata di Pantai Celong, dan Pak Jokowi menyetujuinya,” papar Wihaji.

Sejumlah pegiat sosmed juga memberikan kritik terbuka dan masukan kepada Bupati. Mereka menyatakan kesiapannya untuk membantu mensukseskan program pariwisata Batang. “Usul kami, harus ada hashtag tunggal yang disepakati bersama untuk selanjutnya kita bantu viralkan. Kami berharap ada forum lanjutan untuk menyeriusi hal ini,” kata pegiat Insta Batang, Gasta.

Kabag Humas Setda Batang, Triyossy Juniarto, menyampaikan rasa syukurnya karena berkesempatan menghadirkan para pegiatan komunitas lokal yang aktif di media sosial. Untuk tindak lanjut, pihaknya berjanji untuk mengagendakan forum khusus berkelanjutan agar lebih fokus. “Insya Allah, seperti juga diharapkan Bupati, kita akan agendakan semacam gathering untuk komunitas-komunitas lokal ini agar bisa terkoneksi dengan pemerintah daerah dan ikut berkontribusi memajukan Kabupaten Batang, utamanya di pariwisata,” ucapnya.

Kepala Disparpora, Wahyu Budi Santoso S Sos MM, pun menyatakan siap mendukung upaya sinergi tersebut. Dia menyebut, ide dan kreativitas untuk mendongkrak potensi pariwisata Batang tidak mungkin maksimal jika mengandalkan birokrasi. “Ini butuh sentuhan anak-anak muda, pegiat komunitas yang memang passionnya di situ,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, peserta Bakohumas dan komunitas juga mendapatkan materi tentang fotografi dari fotografer senior Batang, Bambang Sutiyoso. Pegawai Kecamatan Kandeman itu diketahui juga sangat concern terhadap pariwisata dan media sosial. (sef)

Facebook Comments