Metro Pekalongan

Perizinan Dipermudah, Investasi Melimpah

Perizinan Online

LAUCHING – Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz saat melaunching 10 perizinan tambahan yang dapat diurus secara online di Hotel Pesonna, Selasa (31/7).

DPMPTSP Tambah 10 Izin Online

Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), kembali menambah jumlah izin yang dapat diurus secara online.

Demikian terungkap dalam workshop Sistem Aplikasi Perizinan Online Ringkas dan Efektif (Sakpore) yang digelar di Hotel Pesonna, Selasa (31/7). DPMPTSP melaunching 10 perizinan tambahan yang dapat diurus secara online. Sehingga saat ini sudah ada 17 izin yang dapat diurus tanpa harus keluar rumah atau ke kantor DPMPTSP.

Launching dilakukan langsung oleh Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz, di sela-sela kegiatan workshop. Walikota menyatakan, sebagai kota perdagangan dan jasa, Kota Pekalongan memang harus ramah dengan investasi. Salah satu wujudnya yakni membuat alur perizinan lebih mudah dengan memanfaatkan teknologi informasi. Hasilnya, investasi di Kota Pekalongan dapat tumbuh dengan cepat.

Pengaruh kemudahan perizinan yang sudah ditetapkan, terlihat dari jumlah investasi yang masuk ke Kota Pekalongan. Dari target capaian investasi dalam RPJMD selama lima tahun sebesar Rp1,1 triliun, hanya dalam dua tahun atau sampai akhir 2017 investasi di Kota Pekalongan sudah menembus angka Rp1,4 triliun atau 127 persen dari target.

“Salah satu upaya untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat adalah melalui inovasi dan kreativitas. Kami apresiasi DPMPTSP yang sudah membuat terobosan dengan membuat alur perizinan lebih mudah melalui online.
Kemudahan perizinan menjadi salah satu barometer bahwa Kota Pekalongan sebagai pusat kegiatan di Pantura ramah dengan investasi,” tuturnya.

Pada akhir 2017 lalu, DPMPTSP melaunching dua perizinan yang dapat diurus online. Pada April, ditambah lima perizinan lagi yang dapat diurus online dan kali ini 10 jenis perizinan kembali ditambahkan untuk dapat diurus secara online. Secara bertahap, seluruh jenis perizinan yang berjumlah 70 izin akan dikonversi ke sistem online. Targetnya, akhir 2018 seluruh perizinan bisa diurus online.

Kepala DPMPTSP, Supriono, menambahkan kemudahan proses perizinan memang berdampak besar pada investasi yang masuk. Dengan menerapkan teknologi informasi dalam pengurusan perizinan maka proses pengurusan izin dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien. “Ini menarik bahwa ternyata kemudahan yang diberikan dalam prosedur perizinan berpengaruh terhadap jumlah investasi yang masuk. Dari target investasi lima tahun sebesar Rp1,1 triliun, bisa dicapai hanya dalam dua tahun yakni sebesar Rp1,4 triliun,” katanya.

Namun Supriono menyoroti bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengakses perizinan online secara langsung dari komputer masing-masing. Sebagian besar, justru masih datang ke kantor meskipun dalam pengurusan perizinan tetap dilakukan secara online. Berdasarkan catatannya, dari 415 permohonan izin yang dilakukan hanya 10 yang benar-benar diakses secara online.

“Melalui workshop ini kami ingin kembali mengajak masyarakat yang ingin mengurus perizinan agar tidak perlu hadir ke kantor. Masyarakat tinggal membuka aplikasi Sakpore di web kami kemudian melakukan pendaftaran permohonan dan tinggal menunggu di rumah karena izin akan diantarkan lewat Pos,” tandasnya. (nul)

Facebook Comments