Radar Batang

Keterbukaan Informasi Diberlakukan sampai Tingkat Desa

M DHIA THUFAIL
TANDA TANGANI – Wabup Suyono, Sekda, Kepala Diskominfo, dan Kepala BPS Tina Wahyu Fitri menandatangani Nota Kesepahaman, kemarin.

BATANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang melalui Dinas Komunikasi dan informatika (Diskominfo) terus berusaha memperbaiki kualitas keterbukaan informasi publik (KIP). Jangkauannya bahkan kini diperluas sampaqi tingkat desa.

“Satu di antaranya dengan melaunching pembentukan tim Pejabat Pengelola Informasi Data (PPID) di tingkat desa. Hal ini kita lakukan agar keterbukaan informasi publik nantinya bisa sampai atau dinikmati di tingkatan desa (terpencil/terpelosok),” ujar Kepala Dsikominfo Batang, Jamal Abdul Naser, Senin (30/7).

Dikatakan Jamal, sampai saat ini sudah ada 160 desa di Kabupaten Batang yang sedang dalam proses perbaikan menuju KIP. Namun, baru ada dua desa yang sudah lebih dulu menyajikan KIP, yakni Limpung dan Kemiri Barat.

“Dua desa ini sudah mendapatkan pelatihan terlebih dulu dan didukung akses internet yang lancar, sehingga sudah mulai berjalan,” katanya.

Terbentuknya PPID di tingkat desa menurut Jamal sebagai bentuk loyalitas desa dalam melayani masyarakat dan menjamin masyarakat mendapat informasi. Masyarakat karenanya bisa mengontrol kinerja pemerintah desa.

“Untuk itu, PPID di desa dibentuk untuk meningkatkan pengelolaan pelayanan informasi publik yang efektif dan efisien, serta mengintegrasikan data informasi secara harmonis dan membantu penyampaian informasi yang cepat mudah dan akurat,” jelas Jamal Abdul Naser.

Pada FGD, dihadiri perangkat daerah se Kabupaten Batang yang masing – masing kecamatan diwakili dua orang dengan jumlah peserta 81 orang. Untuk saat ini sudah ada 154 desa dari 15 kecamatan yang telah membentuk kelmbagaan PPID melalui pengesahan Peraturan Kepala Desa (Perkades).

Wakil Bupati Batang, Suyono, menyampaikan, di era digital seperti sekarang, masyarakat sangat butuh informasi yang cepat, akurat dan transparan. Hal itu sebagai bentuk perwujudan pelayanan yang prima bagi masyarakat.

“Data adalah segala – galanya di kehidupan era digital, maka data informasi menjadi bagian terpenting bagi kehidupan keseharian dari pusat kota hingga pelosok desa, yang tak terpisahakan dengan kemajuan informasi teknologi (IT),” tegas Wakil Bupati Suyono.

Di sampaikan juga, bahwa itu semua bagian dari membangun smart city dan kepercayaan masyarakat dengan kekuatan data informasi yang cepat, akurat melalui single data system. Karena kekuatan pemerintah ada pada data dan kita harap memiliki singel data system dan open data, untuk mengalirkan sumber – sumber informasi yang membutuhkannya.

“Kita tidak usah takut dengan transparansi, yang penting akuntabilitas data yang bersinergi antar OPD, data informasi harus sampai ke unit – unit terkecil. Sehingga keterbukaan tercapai sesuai dengan perundang – undangan,” tandasnya. (fel)

Penulis: M Dhia Thufail

Redaktur: Akhmad Saefudin

Facebook Comments