Radar Kendal

Warga Hadang Rombongan Bupati Kendal dan DPR RI, Ada Apa Ini ?

Temui Warga

TEMUI MASSA – Bupati Mirna Annisa turun dan menemui wali murid dan warga yang menghadang iring-iringan mobilnya guna menuntut realisasi pembangunan SDN Protomulyo 2 yang terdampak tol serta perbaikan jalan desa, kemarin.
NUR KHOLID MS

KENDAL – Puluhan wali murid SDN 2 Protomulyo dan warga Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, menggelar aksi dan penghadangan terhadap rombongan Bupati Kendal dan anggota DPR RI yang melintas di bawah jembatan layang tol Batang -Semarang, Senin (30/7). Dalam aksinya, mereka meminta realisasi pembangunan sekolah dasar yang tergusur proyel tol Batang-Semarang segera dilaksanakan.

Pantauan Radar, sejak pagi puluhan wali murid dan warga terlihat sudah siap di bawah jembatan layang jalan tol Batang-Semarang. Sembari menunggu iring-iringan rombongan Bupati Kendal dan anggota DPR RI yang hendak melintas, mereka melakukan orasi.

Poster berisi berbagai tulisan tuntutan pun dibentangkan wali murid dan siswa. Tujuannya tak lain hanya ingin perhatian dari pemerintah daerah terkait sekolah yang tergusur akibat dampak pembangunan jalan tol. Sudah hampir setahun siswa belajar di teras masjid, tanpa meja kursi. Selain itu, sekolah juga meminjam lokal madrasah diniyah (Madin). Hal itu karena sekolah yang baru belum juga dibangun.

Mobil patwal yang mengiringi rombongan Bupati dan anggota DPR RI pun dihadang warga. Mereka meminta Bupati Kendal untuk menemui wali murid dan warga Protomulyo.

Warga kemudian mendatangi Bupati Kendal Mirna Annisa yang turun dari mobil untuk memberikan penjelasan terkait permasalahannya. Arus lalu lintas di bawah jembatan layang tol Batang-Semarang yang juga jalur alternatif Kaliwungu-Ungaran menjadi macet total karena blokade warga.

Kepada wali murid dan warga, Bupati menjelaskan bahwa lahan untuk pengganti sekolah yang digusur sudah siap. Bupati berjanji dalam minggu depan sudah mulai dilakukan pembangunan termasuk memperbaiki jalan rusak.

“Sejak 2016, Pemkab Kendal sudah menyiapkan lahan untuk pengganti sekolah. Tinggal kesiapan pelaksana dalam hal ini PT Waskita sebagai pelaksana proyek jalan tol Batang-Semarang untuk segera melakukan pembangunan,” kata dia.

Ketua Komite SDN 2 Protomulyo, Setia Nugraha, meminta kepastian sekolah yang dibongkar segera dibangun. Selain itu, Warga meminta jalan desa yang dilalui proyek tol Batang Semarang diperbaiki, karena kerap berdebu dan menganggu kesehatan warga.

“Sudah setahun siswa belajar dengan keterbatasan, karena lokasi yang menumpang di Masjid Protomulyo tidak layak,” kata dia.

Pendidik di SD N 2 Protomulyo, Temu Rahayu, mengatakan, pindah belajar mengajar menggunakan teras Masjid Al Istiqomah dan ruang madin itu sudah berjalan setahun. Dari enam kelas, dua kelas di antaranya menempati teras masjid.

Tetapi khusus di hari Jumat, teras masjid sudah harus dikosongkan pada pukul 08.00 karena akan dibersihkan untuk kepentingan shalat jumat.

“Pas hari tertentu, jam belajar mengajar gantian dengan kelas I dan kelas II. Yang kelas III dan IV masuknya siang di teras masjid. Kami sudah ke dinas dan KIK. Semua bilangnya harus proses. Terus, katanya uang sudah di BUJT, tinggal cari rekanan untuk membangun. Waskita bilang begitu,” jelas Rahayu.

Dikatakannya, tanah pengganti untuk pembangunan SD sudah ada disediakan oleh pihak Desa Protomulyo. Karena SDN 2 Protomulyo terdampak jalan tol tanahnya milik desa. Sehingga, untuk pembayaran nantinya yang menerima desa.

“Tanah penggantinya berada di belakang SMA, tapi masuk kampung. Harapannya secepatnya dibangun karena anak-anak itu kasihan harus belajar sampai lesehan,” terang dia. (nur)

Facebook Comments