Olah raga

Edy Rahmayadi Ogah Mundur dari Ketua Umum PSSI

Konsentrasi Edy Rahmayadi dipastikan bakal terpecah. Tidak hanya menjadi Ketua Umum (Ketum) PSSI, mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) itu juga segera dilantik sebagai Gubernur Sumatera Utara (Sumut).

Terpilih sebagai Ketum PSSI pada 2016 lalu, Edy masih akan menjabat hingga 2020 mendatang. Pada tahun ini, pria berusia 57 tahun itu diangkat pula menjadi Gubernur Sumut sampai 2023.

Dalam dua tahun ke depan, alias hingga periodenya sebagai Ketum PSSI habis, fokus Edy bakal terbelah dua. Lalu, apakah dirinya berniat untuk melepas jabatannya sebagai Ketum PSSI supaya konsentrasinya tidak terpecah belah?

“Sampaikan ke seluruh rakyat Indonesia. Rencana, planning, konsep, (PSSI) itu sudah berjalan sampai 2024, yang dibuat oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha Destria. Itu berjalan. Saya berada di mana pun, semua apa siapa berbuat apa, organisasi ini tetap berjalan,” ujar Edy selepas menyaksikan pertandingan Timnas Indonesia U-16 melawan Filipina pada partai pertama Grup A Piala AFF U-16 2018 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Minggu (29/7).

“Mau saya diganti kapan, segala macam, konsep ini berjalan. Ini lah baru lahir konsep PSSI,” katanya menambahkan.

Sekali lagi, Edy menegaskan, tidak akan melepaskan jabatannya sebagai Ketum PSSI. Pembina PSMS Medan itu berjanji untuk menyelesaikan tugasnya hingga selesai.

“Iya. Masa mau berhenti besok? amanah rakyat saya sampai 2020. Saya kerjakan, dan ini ada sekjen, yang tiap hari selalu berbicara, kami selalu berbicara bagaimana terkait PSSI ke depan,” imbuh Edy.

Edy juga meminta masyarakat untuk tidak terus-terusan memintanya mundur. “Ini orang senang sekali, mau di tengah jalan ganti, dianggap PSSI ini seperti politik. Tidak, ini pembinaan sepak bola. tolong sampaikan ke rakyat semua, besarkan PSSI. Kerjakan dengan baik,” tutur Edy mengakhiri. (mg1)

Sumber: Bola.net

Facebook Comments