Metro Pekalongan

Datangi Pemkot Pekalongan, Ini Tuntutan Pedagang Jalan Mangga

Tuntutan Pedagang Jalan Mangga

AKSI – Puluhan pedagang dari Jalan Mangga saat melakukan aksi di Kantor Walikota Pekalongan untuk menagih janji awal Pemkot yang tidak akan memindahkan pedagang dari lokasinya berjualan saat ini.
M. AINUL ATHO

KOTA PEKALONGAN – Pedagang Pasar Banjarsari yang berjualan di Jalan Mangga, menggelar aksi ke Pemkot Pekalongan, Senin (30/7). Kedatangan mereka untuk menuntut janji Pemkot yang tidak akan memindahkan mereka dari lokasi berjualannya saat ini. Aksi dilakukan setelah pada tanggal 19 lalu pedagang diundang rapat dan diberikan pemberitahuan agar menyeterilkan kawasan Jalan Mangga paling lambat tanggal 1 Agustus.

Koordinator Aksi, Zamroni, mengatakan kedatangan para pedagang ke Kantor Walikota dipicu adanya pemberitahuan bahwa kawasan Jalan Mangga harus steril. Padahal menurut Zamroni, dalam rapat sebelumnya sudah disampaikan bahwa pedagang disana tetap diperbolehkan berdagang asal tidak mengganggu.

“Sebelumnya dijanjikan pedagang tetap boleh berjualan disana, asalkan bisa gotong royong menertibkan tratak disana. Juga disampaikan bahwa selama pasar belum dibangun kami tetap diperbolehkan disana. Bahkan sampai pasar dibangunpun, kami tetap diperbolehkan berjualan asalkan tidak mengganggu. Itu janjinya. Tapi kemarin ada pemberitahuan bahwa kawasan itu harus steril. Sehingga pedagang hari ini menggelar aksi disini,” tutur Zamroni.

Dalam rapat bersama Pemkot tersebut juga disampaikan bahwa pedagang diminta pindah ke lokasi pasar darurat yang sudah disiapkan yakni di Kawasan Sorogenen. Namun Zamroni menyatakan, dari sekitar 450 pedagang yang kini menempati Jalan Mangga hanya sebanyak 72 pedagang saja yang mendapatkan alokasi lapak di pasar darurat Sorogenen. “Itu jelas tidak mencukupi,” kata Zamroni.

Untuk itu ia bersama pedagang lainnya datang ke Kantor Walikota untuk menuntut agar kebijakan untuk memindahkan pedagang dari Jalan Mangga dibatalkan. Hal itu sesuai janji yang sebelumnya disampaikan oleh Pemkot Pekalongan. “Kami menuntut agar Pak Walikota bisa menepati janjinya agar kami tetap diperbolehkan berdagang di Jalan Mangga,” tegasnya.

Perwakilan pedagang selanjutnya ditemui oleh Walikota dan Sekda untuk menyampaikan aspirasinya. Belum diketahui apa hasil pertemuan tersebut. Sebab baik Walikota maupun Sekda enggan dikonfirmasi terkait hasil pertemuan. “Nanti-nanti saja ya,” ucap Walikota saat dimintai keterangan terkait hasil pertemuan dengan pedagang.

Sementara hasil pertemuan menurut versi pedagang, Walikota memberikan kelonggaran dengan menunda pemindahan pedagang dari Jalan Mangga yang sebelumnya ditetapkan paling lambat 1 Agustus. Kebijakan tersebut dipending hingga waktu yang belum ditentukan. Namun selain keputusan itu, belum ada keputusan lain terkait nasib pedagang Jalan Mangga kedepan. (nul)

Facebook Comments