Radar Kajen

Rp17 M Digelontorkan Untuk Berobat Gratis

KAJEN – Program pelayanan kesehatan bagi warga kurang mampu menjdi prioritas keberpihakan Pemda Kabupaten Pekalongan kepada masyarakat miskin. Tahun ini, setidaknya ada Rp 17 miliar dana APBD digelontorkan untuk memberikan akses kesehatan gratis bagi 69 ribu lebih warga kurang mampu.

Hal itu diungkapkan Plt Kepala Dinkes Kabupaten Pekalongan Amrozi Taufiq, kemarin. Ia mengatakan, sebelumnya layanan untuk warga kurang mampu yang belum tercover program nasional Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dialihkan ke Jamkesda. Namun, pelayanan Jamkesda sangan terbatas dan pemanfaatannya hanya untuk orang yang dalam kondisi sakit.
“Sekarang, sudah kita rubah. Semua peserta Jamkesda itu kita integrasikan dengan BPJS Kesehatan. Dengan demikian, jumla peserta yang bisa kita cover lebih banyak,” terang Amrozi.

Amrozi mencontohkan, di tahun 2017, Pemkab Pekalongan mengeluarkan dana Rp 13 miliar hanya untuk melayani 4.000 pasien kurang mampu. Sekarang, dengan anggaran Rp 17 miliar, pihaknya dapat melayani 69 ribu warga miskin untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis.

“Kemudahan pelayanan ini semakin dekat dengan warga kurang mampu. Kalau dulu peserta Jamkesda hanya bisa dilayani di rumah sakit daerah, seperti RSUD Kraton dan RSUD Kajen saja, sekarang sudah bisa dilayani di rumah sakit mana saja,” jelas dia.

Selain mencakup lebih banyak warga kurang mampu dalam pemberian akses kesehatan gratis, inovasi ini juga menghemat biaya anggaran daerah.

“Kemarin evaluasi sampai angka Rp 6 miliar. Semoga dengan program ini, hak mendapatkan akses kesehatan yang layak dapat diperoleh oleh seluruh warga, termasuk warga kurang mampu di Kabupaten Pekalongan,” tandasnya. (yan)

Facebook Comments