Radar Kendal

Gara-gara Ini Bupati Mirna Marah Besar dan Ancam Stafkan Belasan Pejabat

Mangkir saat Upacara HUT, Sejumlah Pejabat Terancam Distafkan

DIAPELKAN – Sejumlah pejabat dan ASN Pemkab Kendal yang mangkir saat upacara HUT Kendal pada Sabtu (28/7) lalu kembali diundang mengikuti apel pembinaan di lingkungan Setda, kemarin.
NUR KHOLID MS

KENDAL – Bupati Kendal, Mirna Annisa, marah besar terhadap banyak pejabat di lingkungan pemkab yang mangkir menghadiri upacara dan tasyakuran Hari Jadi ke-413 Kabupaten Kendal, Sabtu (28/7). Mereka dinilai tak loyal terhadap tugas dan fungsi jabatan yang diembannya, sehingga Bupati mengancam memberikan sanksi pencopotan hingga distafkan bagi yang terbukti melanggar.

Sesuai bukti absensi yang dikontrol langsung bupati, sebanyak 114 pejabat tercatat absen dari kegiatan upacara sakral itu. Sebagai pembinaan, Bupati kembali memerintahkan mereka yang tak hadir untuk mengikuti apel yang dipusatkan di Gedung C Setda Kendal. Sayangnya, hanya 73 di antaranya yang datang dan 41 lainnya kembali mangkir.

Menurut Bupati, bagi pejabat yang tidak hadir pada upacara peringatan dan resepsi Hari Jadi Kendal tanpa surat keterangan yang jelas atau tanpa ijin, maka mereka dianggap tidak loyal. Karena itu, Bupati memerintahkan BKPP Kendal untuk menurunkan jabatan ASN yang tidak hadir tanpa alasan tersebut.

“Saya pastikan pejabat yang tidak hadir itu oknumnya itu-itu saja. Berarti mereka tidak loyal, bagaimana mau melaksanakan sebuah tupoksi pelayanan apalagi sudah tidak mengerti aturan administrasi di Kabupaten Kendal. Ya lebih baik saya undurkan diri, siapa tahu bisa belajar jadi staf lebih enak. Sanksinya distafkan. Saat ini juga,” tegas dia.

Sebagai generasi yang lebih muda, Bupati mengaku malu telah melakukan pembinaan kepada pejabat-pejabat di Kabupaten Kendal. “Saya tekankan kembali belajar etika dan kembali ingat sumpah jabatan. Yang tidak bersedia untuk bersumpah dan tidak bersedia untuk berjanji silahkan mengundurkan diri hari ini. Saya yakin masih banyak generasi-generasi di bawah panjenengan yang siap loyal terhadap tugas,” kata dia.

Mirna mempertanyakan etika dan kedisiplinan para ASN yang telah meninggalkan lapangan upacara HUT, meski komandan upacara belum membubarkan pasukannya. Yang tersisa hanya pelajar serta personel TNI/Polri. “Ironis, tidak ada satupun PNS yang masih bertahan, padahal pasukan upacara belum benar-benar dibubarkan. Apa ini telah jadi kebiadaan di Kabupaten Kendal, saya malu melihatnya,” ujarnya.

Kata Bupati, dirinya hanya ingin menegakan aturan organisasi, bukan aturan pribadi. Menurutnya, Pemkab Kendal tidak butuh orang sok pintar, tetapi yang dibutuhkan adalah mereka yang loyal dan mau bekerja keras. “Jangan merasa sok pintar di sini. Karena diatas langit masih ada langit,” tandasnya.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kendal, Agus Dwi Lestari, mengatakan, pihaknya akan segera memanggil pejabat yang mangkir upacara dan apel guna proses klarifikasi. “Beberapa pejabat ada yang izin kepada saya secara pribadi. Mereka ada yang bertugas di hari Sabtu maupun keperluan lain yang tidak bisa ditinggalkan,” tuturnya.(nur)

Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Akhmad Saefudin

Facebook Comments