Internet

Adu Canggih Smartphone Layar Lipat

Sejak iPhone diluncurkan pada 2007, desain smartphone tidak banyak berubah. Samsung kemudian memperkenalkan smatphone dengan tepi melengkung ketika meluncurkan Galaxy Note Edge pada 2014.

Namun, masih banyak vendor smartphone yang hanya mengandalkan desain ramping dan bezelles alias nyaris tanpa bezel.

Akhir-akhir ini sejumlah analis memprediksi akan ada perubahan besar pada desain smartphone, salah satunya adalah smartphone dengan layar yang bisa dilipat.

Desain smarphone layar lipat diprediksi akan menjadi tren berikutnya. Tak hanya menawarkan tampilan lebih besar, smartphone layar lipat juga akan membunuh eksistensi tablet.

Sejumlah paten untuk smartphone layar lipat bahkan terus bermunculan. Beberapa pemain besar yang ikut meramaikan tren ini adalah Samsung, Apple, Huawei, LG, ZTE, Oppo, Xiaomi, dan bahkan Microsoft.

Smartphone layar lipat yang paling populer adalah Galaxy X besutan Samsung. Perusahaan teknologi asal Korea Selatan ini disebut-sebut akan memperkenalkan perangkat itu pada 2019.

Bagian depan Galaxy X dilaporkan memiliki dua layar 3,5 inci, yang bisa diubah menjadi tablet seluas 7 inci saat kedua layarnya dibentangkan. Bagian belakang perangkat juga memiliki layar 3,5 inci ketiga yang memungkinkan untuk dilihat, bahkan ketika dilipat ke bawah.

Ini menunjukkan bahwa perangkat akan bekerja dengan serangkaian engsel yang rumit. Galaxy X dirumorkan akan meluncur pada ajang Mobile World Congress (MWC), bersamaan dengan peluncuran Galaxy S10 pada Februari 2019.

Yang menarik adalah ZTE lebih dulu merilis smartphone layar lipat dengan nama Axon M. Ini merupakan perangkat dengan dua layar yang disambungkan oleh engsel. Namun kedua layar itu dapat berfungsi secara terpisah atau saling melengkapi.

Dua layar di perangkat ini sama-sama berukuran 5,2 inci. Untuk urusan dapur pacu, Axon M didukung Snapdragon 821 dan RAM 4GB. Keberadaan engsel memudahkan pengguna untuk membuka atau melipat layar. Saat keduanya dibuka, layar Axon M secara keseluruhan hampir seukuran sebuah tablet.

Mengutip laman The Verge, ZTE menuturkan kemampuan ini ditunjang fitur split-screen yang ada di Android. Perusahaan juga memastikan sebagian besar aplikasi populer Android dapat bekerja dalam modus baru yang ditawarkan.(mg3)

Sumber : liputan6.com

Facebook Comments