Metro Pekalongan

Awas, Hoax CPNS Beredar

Pemkab Batang Usulkan 200

Pemkab Pekalongan Ajukan 419 Formasi CPNS

Kota Pekalongan Usulkan 900 Formasi

Pengumuman penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 senantiasa masih dinantikan oleh calon pendaftarnya. Hingga berita ini dituliskan, Minggu (29/7), Badan Kepegawaian Negara (BKN) belum mengumumkan mengenai kapan pendaftaran penerimaan CPNS 2018 dibuka.

Namun, banyak sumber yang mengatakan bahwa penerimaan CPNS 2018 akan segera digelar pada akhir bulan Juli 2018. Di internet bahkan beredar banyak kabar palsu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Hal ini membuat Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Batang, Alimudin SH MH, ikut berkomentar. Ia mengatakan, bahwa banyak oknum yang memanfaatkan kesempatan emas ini. Mereka para oknum banyak menginformasikan di media sosial yang menunjukkan seolah-olah pemerintah akan membuka pendaftaran CPNS pada Juli 2018.

Dalam informasi yang beredar, disebutkan kriteria yang diperlukan, susunan formasi, dokumen yang dibutuhkan, alur pendaftaran, dan kuota penerimaan CPNS. “Namun semua informasi yang telah beredar itu bisa kita tegaskan adalah ‘HOAX’. Karena BKN maupun Kementerian dan Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) belum merilis secara resmi terkait informasi penerimaan CPNS tersebut,” katanya, saat dihubungi via seluler, Minggu (29/7).

Alimudin memperingatkan kepada para calon pendaftar CPNS 2018 agar waspada terhadap informasi yang beredar di media sosial. Jadwal pengumuman pendaftaran CPNS 2018 hanya akan diumumkan melalui dua website resmi. Website Menpan RB dan website resmi BKN.

“Kemenpan RB sudah mengumumkan pengumuman pendaftaran CPNS 2018 akan dilakukan sekitar akhir Juli 2018 atau awal Agustus 2018. Namun kapan waktu tepatnya masih menunggu dan akan disampaikan melalui www.menpan.go.id dan www.bkn.go.id. Jadi informasi yang sudah beredar itu adalah Hoax. Kami juga sudah menyurati berbagai pihak, untuk tidak mempercayai informasi yang telah beredar tersebut,” ungkapnya.

Selain itu kata Alimudin, masyarakat diharap agar tidak mempercayai segala bentuk jasa yang ditawarkan oleh para oknum calo, baik itu buku tes CPNS yang berisi soal-soal CAT-BKN ataupun jasa lainnya.

“Kita wanti-wanti jangan sampai terjadi. Pelamar lowongan CPNS jangan percaya calo yang menjamin kelulusan. Sebab, untuk tahun ini, seleksi CPNS 2018 dipastikan bakal hanya melalui Computer Assisted Test (CAT), baik untuk Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) maupun Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Jadi semuanya berdasarkan kemampuan dan kompetensi,” terangnya.

Sementara disebutkan Alimudin, Pemerintah Kabupaten Batang pun hingga Minggu (29/7) belum menerima jatah atau kuota jumlah CPNS yang bisa diterima dalam perekrutan tahun 2018 ini. Pemkab Batang sendiri sudah mengusulkan jumlah tenaga CPNS yang dibutuhkan, yaitu 200 orang.

Namun belum diketahui berapa yang diperbolehkan oleh pemerintah pusat lewat penetapan kuota dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB). “Belum ada penetapan kuota penerimaan CPNS. Kami belum mendapat informasi resmi tentang berapa jumlah CPNS yang bisa diterima oleh Pemerintah Kabupaten Batang,” bebernya.

Ia mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih menunggu hasil pengusulan CPNS yang diajukan ke Kemenpan RB. “Hingga saat ini hasilnya (pengusulan) belum kita terima dan informasi terkait jadwal penerimaan CPNS dari Kemenpan RB juga belum ada. Kita masih menunggu,” ucapnya.

Menurut Alimudin, penerimaan CPNS tahun ini sebelumnya dijadwalkan pada bulan Mei lalu. “Tapi nyatanya hingga hari ini belum ada kabar dari Kemenpan RB tentang itu,” terangnya.

Alimudin menambahkan, dari 200 orang yang diusulkan, jumlah paling banyak adalah tenaga pendidik dan tenaga medis, disusul tenaga lainnya. “Perbandingannya, tenaga kesehatan 80, tenaga pendidikan 80 dan tenaga lainnya 40,” tutupnya.
Masih Menunggu Keputusan Pusat

Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengajukan sebanyak 419 formasi CPNS. Formasi tersebut meliputi bidang pendidikan, tenaga kesehatan, dan teknis lainnya. Namun, sampai saat ini masih menunggu hasil keputusan dari pusat, dalam hal ini Kementerian Pendayagunaan dan Aparatur Negara (Kemenpan RB).

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Pekalongan Totok Budi Mulyanto, kemarin. “Kita telah mengajukan 419 formasi CPNS untuk tenaga pendidikan, kesehatan dan teknis lainnya,” kata Totok.

Kabupaten Pekalongan yang terkena kebijakan moratorium sehingga tahun lalu tidak ada formasi CPNS, sedangkan tiap tahunnya ada banyak ASN yang pensiun. Tahun 2018 ini, terdapat 284 PNS yang sudah dan akan pensiun.

“Kita mengajukan formasi CPNS ini berdasarkan kebutuhan dan kekurangan yang sebenarnya. Melihat banyaknya jumlah pegawai yang pensiun di lingkungan Pemkab Pekalongan,” jelasnya.

Sementara, lanjut dia, per Juni 2018 ini jumlah ASN di Kabupaten Pekalongan ada 8.796. Jumlah tersebut terus mengalami perubahan seiring masuknya masa purna tugas beberapa pegawai.

“Keputusan dari pusat semua. Berapa nanti formasi yang diputuskan untuk Kabupaten Pekalongan dari jumlah formasi yang telah usulkan,” tandasnya.

Selanjutnya, masyarakat diminta untuk tidak percaya terkait adanya oknum yang mengaku bisa menjadi calo dalam seleksi CPNS. Sebab, pihak yang menawarkan jasa calo hingga ratusan juta untuk menjadi PNS, tidak bisa dipercaya. Karena sistem sekarang tidak bisa menitipkan seseorang untuk menjadi PNS, lantaran hasil seleksi dapat dilihat langsung oleh peserta tes.

Kota Pekalongan Usulkan 900 Formasi

Pemkot Pekalongan mengusulkan 900 formasi jabatan fungsional untuk rencana rekrutmen CPNS tahun 2018. Seluruh formasi yang diusulkan, merupakan formasi jabatan fungsional diantaranya formasi dokter, perawat, bidan, guru, pranata komputer, ahli jalan, ahli jembatan dan formasi fungsional lainnya.

Pihaknya berpesan agar masyarakat menunggu pengumuman resmi dari pemerintah, sehingga tidak termakan berita yang masih simpang siur dari banyak pihak.

Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan Daerah (BKPPD), Budiyanto, mengungkapkan usulan formasi sudah dikirim ke pemerintah pusat melalui E Formasi. Jumlah usulan formasi yang dikirim, kata Budiyanto, disesuaikan dengan porsi APBD Kota Pekalongan saat ini yakni 35 persen belanja pegawai, dan 65 persen belanja langsung.

“Sebagian besar memang formasi tenaga kesehatan dan tenaga pendidikan. Namun ada beberapa formasi lain tapi yang pasti semuanya formasi fungsional, karena sudah tidak ada jabatan fungsional umum untuk pengusulan formasi CPNS,” katanya.

Ia menambahkan, usulan dari Kota Pekalongan sudah dikirim namun hingga ini belum ada jawaban. Budiyanto menyatakan bahwa jumlah 900 disesuaikan dengan porsi APBD Kota Pekalongan yang saat. Jika jumlah formasi yang dikirim semuanya disetujui, ia memperkirakan porsi APBD 40-60.

Dalam rekrutmen CPNS tahun 2018, dikatakan Budiyanto Pemkot Pekalongan hanya bertugas mengusulkan formasi dan pengadministrasian. Sementara untuk teknis tahapan pendaftaran hingga pelaksanaan tes seluruhnya dilakukan oleh Pemerintah Pusat. “Pendaftaran dilakukan secara online dan tahap pelaksanaan akan dilakukan oleh Kementrian yang nanti menentukan tes akan digelar kapan dan dimana. Kami hanya mengusulkan, menerima formasi dan melakukan proses administrasi,” tambahnya.

Mengenai waktu pelaksanaan, saat ini banyak informasi menyebar namun bukan merupakan informasi resmi dari pemerintah. Sehingga ia berpesan agar masyarakat lebih baik menunggu pengumuman resmi dari pemerintah sehingga tidak termakan berita yang masih simpang siur dari banyak pihak.

“Tahun 2018 informasinya memang ada (rekrutmen CPNS), tapi kapan persisnya kami sendiri kurang tahu dan belum mendapatkan informasi resmi. Setelah pengusulan formasi akan dilakukan terlebih dulu rapat di tingkat provinsi, kemudian ke Kemenpan RB baru akan turun berapa kuotaya,” tandas Budiyanto. (fel/yan/nul)

Facebook Comments