Radar Kendal

Wow, Pabrik Baja Terbesar Kedua di Dunia akan Dibangun di Kendal

kunjungan di Pabrik Baja Tiongkok

KUNJUNGAN – Bupati Mirna Annisa bersama Wakil Gubernur Jateng, Heru Sudjatmoko, Staf Kepresidenan, dan Duta Besar saat melakukan kunjungan di Pabrik Baja Tiongkok.
NUR KHOLID MS

KENDAL – Kabupaten Kendal bakal memiliki pabrik baja terbesar nomor dua di dunia. Pabrik baja berasal dari Tiongkok, Hebei Bishi Steel Group. Perusahaan tersebut jalin kerjasama dengan Kawasan Industri Seafer (KIS) untuk membangun perusahaan baja di Indonesia.

Hal itu dikatakan Bupati Kendal Mirna Annisa, usai Upacara Peringatan Hari Jadi ke-413 Kabupaten Kendal, di Alun-alun Kendal, Sabtu (28/7) kemarin. “Kendal mendapat kesempatan dan kepercayaan untuk didirikan pabrik baja terbesar,” kata dia.

Dikatakan Mirna, rencananya pabrik baja terbesar itu akan dibangun di atas areal lahan seluas kurang lebih 700 hektar di wilayah Desa Pidodo Wetan, Kecamatan Patebon Kendal.

Menurut jadwal Oktober 2018 ini tahap awal pembangunan akan segera dimulai agar target Oktober 2019 beroperasi. Karena ini kerjasama dua negara yang berbeda dan mega proyek pemkab Kendal diminta untuk memfasilitasi kerjasama itu. Bupati Mirna Annisa bersama Wakil Gubernur Jateng, Heru Sudjatmoko, Staf kepresidenan, dan Duta besar akhirnya berangkat ke Tiongkok.

“Sudah sepakat dari Pemerintah Indonesia dan China untuk membangun kerjasama. Dua perusahaan itu menyerahkannya ke Pemkab Kendal. Investasi itu dalam bentuk pembangunan pabrik baja di Kendal,” terang dia.

Diakuinya, pabrik baja yang akan dibangun ini nantinya adalah pabrik yang boleh dibilang terbesar di Indonesia. Selain itu hasil pabrik dikelola secara go green, jadi ramah lingkungan. Bahkan, dari PT KIS sudah menyiapkan lahan untuk membangun pabrik itu seluas 700 hektar.

“Tiga hari di China meninjau pengelolaan pabrik, keamanan, limbah dan sebagainya. Hasilnya pabrik sudah dikelola secara go green. Ramah lingkungan,” timpal dia.

Meski pabrik baja sudah dikelola dengan modern, Bupati melihat ditengah pabrik justru banyak taman-taman hijau dan kawasan perumahan dan kota yang hijau dan sejuk. Bahkan dikawasan baja tersebut ada City Forbidden atau kota pribadi sebagai tempat wisata yang banyak dikunjungi wisatawan. “Pengelolaan pabrik secara ramah lingkungan. Selain itu pengelolaannya juga bagus, pabrik bersih.”

Bupati Mirna pun mulai tertarik dan menanyakan langsung keuntungan bagi masyarakat Kendal dan Kendal sendiri nantinya akan seperti apa. Dari PT KIS maupun Hebei Bishi Steel Group juga telah menyerahkan mekanismenya kepada Pemkab Kendal.

“Tahap pertama, ketika pabrik baja dibangun akan merekrut 10 ribu tenaga kerja. Dari jumlah tersebut, 60 persen adalah tenaga lokal Kendal,” pungkas dia. (nur)

Facebook Comments