Radar Kendal

Waduh, Belasan Pejabat di Kendal Dicopot dari Jabatannya

NUR KHOLID MS
APEL – 73 pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kendal diapelkan dan dibina langsung Bupati Mirna Annisa. Dinilai tak loyal, sebanyak 19 pejabat docopot dari jabatnya dan distafkan.

KENDAL – Sebanyak 18 pejabat eselon 3 dilingkungan Pemkab Kendal bakal mendapat sanksi tegas berupa dicopot dari jabatannya, dan menjadi staf biasa. Pencopotan tersebut dilakukan oleh Bupati Kendal, Mirna Annisa, karena para pejabat itu dinilai tidak loyal terhadap fungsi dan tugas jabatan yang diembannya.

Merekayang distafkan itu karena mangkir pada Upacara dan Tasyakuran Peringatan Hari Jadi ke-413 Kabupaten Kendal yang digelar, Sabtu (28/7). Hal itulah yang diduga membuat Bupati Kendal marah besar, hingga akhirnya mengeluarkan kebijakan tegasnya.

Pencopotan jabatan terhadap 18 pejabat itu sendiri terungkap pada apel pembinaan terhadap 73 pejabat di lingkungan Pemkab Kendal yang digelar di halaman Gedung C Setda Kabupaten Kendal, Minggu (29/7) pagi.

Pada sambutannya saat apel, Bupati Mirna Annisa, mengatakan, ketidakhadiran PNS di Upacara dan tasyakuran Peringatan Hari Jadi ke 413 Kabupaten Kendal tanpa keterangan dinilai tidak menghargai dan loyal terhadap fungsi dan tugas jabatan yang diembannya. Sebagai generasi yang lebih muda Bupati mengaku malu telah melakukan pembinaan kepada pejabat-pejabat Kabupaten Kendal dari generasi yang lebih tua.

“Saya tekankan kembali belajar etika dan kembali ingat sumpah jabatan. Yang tidak bersedia untuk bersumpah dan tidak bersedia untuk berjanji silahkan mengundurkan diri hari ini. Saya yakin masih banyak generasi-generasi dibawah panjenengan yang siap loyal terhadap tugas,” tegas Mirna.

Mirna, menambahkan, bagi pejabat yang tidak hadir di Upacara Peringatan dan Resepsi Hari Jadi Kabupaten Kendal tanpa surat keterangan yang jelas alias tidak ijin maka dianggap tidak loyal kepada Kabupaten Kendal.

“Saya pastikan pejabat yang tidak hadir itu oknumnya itu-itu saja. Berarti mereka tidak loyal, sehingga bagaimana mau melaksanakan sebuah tupoksi pelayanan apalagi sudah tidak mengerti aturan admisnitrasi di Kabupaten Kendal. Ya lebih baik saya undurkan dari jabatannya, siapa tahu bisa belajar jadi staf lebih enak. Sanksinya distafkan, saat ini juga,” pungkas Mirna. (nur).

Berita Selengkapnya Baca Harian Radar Pekalongan Edisi Senin 30 Juli 2018

Facebook Comments