Radar Kajen

Pasokan Aman, Harga Telur dan Daging Kok Naik?

KAJEN – Perkembangan harga telur dan daging di Kabupaten Pekalongan masih cenderung tinggi dalam beberapa waktu terakhir ini. Padahal, pasokan stoknya terbilang aman.

Guna mengantisipasi terjadinya lonjakan harga kebutuhan pangan, Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan UMKM (Dinperindagkop UMKM) Kabupaten Pekalongan karenanya secara rutin menggelar Inspeksi Mendadak (sidak) di sejumlah pasar tradisional.

Selain untuk mengetahui harga berbagai jenis kebutuhan masyarakat, Sidak dilakukan sekaligus untuk mengantisipasi apabila terjadinya permainan harga di lapangan.

Kepala Seksi Perlindungan Konsumen pada Dinperindagkop UMKM Kabupaten Pekalongan, Dewi Fabanyo, menyatakan bahwa kenaikan harga kebutuhan seperti telur, daging atau sejenisnya bisa terjadi kapan saja. Hal itu menurutnya karena mengikuti hukum ekonomi yaitu di mana banyak permintaan dan pasokan sedikit, harga pasti naik. Itu terjadi seperti harga telur dan daging yang akhir akhir ini masih tinggi.

“Meskipun harga naik namun pasokan masih aman, sehingga masih diambang kewajaran,” terangnya.

Dikatakan, kenaikan harga telur hingga saat ini masih dipengaruhi oleh permintaan seperti adanya orang hajatan atau tasyakuran. “Dengan kenaikan itu kami terus melakukan monitoring,” lanjutnya.

Upaya itu dilaksanakan melalui sidak di pasar tradisional, seperti di Pasar Induk Kajen, Bojong, Wiradesa, Kedungwuni, Doro, Kesesi, Wonopringgo dan Karanganyar. Selain antisipasi kenaikan harga kebutuhan, pihaknya juga melakukan pengecekan apakah daging yang dijual benar benar sehat atau tidak.

“Dalam sidak kita libatkan dari Satpol PP, Dinkes, Ketahanan Pangan, Pertanian, Peternakan, Perekonomian dan Polres Pekalongan. Jadi apabila ada pedagang yang diketahui ‘nakal’ maka langsung kita tindak dengan diberikan teguran, kemudian pembinaan. Akantetapi kalau memang sudah melewati batas kita sita barang dagangan,”tegasnya.

Dengan rutin dilakukan sidak, kata dia, maka konsumen akan terlindungi. Kemudian pedagang juga akan sadar untuk menjual barang dagangan yang sehat dan harga masih diambang kewajaran.

Selain itu, untuk mengetahui tidak adanya permainan Dinperindagkop juga secara insidental melakukan pemeriksaan timbangan. Jadi apabila ditemukan timbangan yang sudah tidak normal, maka ada petugas yang langsung memperbaiki sehingga manipulasi timbangan tidak terjadi.

“Kita dalam waktu dekat ini akan melaksanakan tera ulang timbangan milik pedagang, terutama mereka yang berjualan di Pasar Tradisional,” imbuhnya. (yon)

Facebook Comments