Radar Kajen

Gimana Ini, Akibat Tol Puluhan Rumah Rusak

Mediasi Dampak Tol

MEDIASI – Warga Desa Babalan Kidul, Babalan Lor dan Jajarwayang melakukan mediasi dengan rekanan tol PT SMJ di Balai Desa Babalan Kidul, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

Warga Menuntut Adanya Perbaikan

Puluhan rumah di empat desa se Kecamatan Bojong terkena imbas aktivitas proyek tol Pemalang-Batang. Kondisi rumah rusak dan retak-retak. Hal ini membuat warga di empat desa, yakni Desa Babalan Lor, Babalan Kidul, Jajarwayang dan Karangsari, menuntut pihak pelaksana proyek untuk memberikan ganti rugi atas kerusakan rumah mereka.

Mediasi antara warga dengan pihak SMJ selaku salah satu rekanan proyek, telah dilakukan di Aula Balai Desa Babalan Kidul, kemarin. Pertemuan tersebut juga dihadiri Camat Bojong, Kapolsek Bojong, Kepala Desa Babalan Kidul dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya. Sayangnya, rekanan lain tidak turut hadir dalam mediasi tersebut.

Zahroni, warga Babalan Lor, mengatakan, banyak rumah yang rusak dan retak-retak akibat mobilitas proyek. Pihaknya telah mengajukan hal tersebut ke pelaksana proyek, namun belum ada tindak lanjut dari permasalahan ini.

“Kami berharap, ada tindakan nyata dari rekanan. Kalau ini terus tidak ada kejelasan, masyarakat bisa-bisa akan turun lagi ke jalan,” ungkap Zahroni.

Sementara Kepala Desa Babalan Kidul, Nur Siswanto, mengatakan, pihaknya mengharapkan adanya kejelasan dari rekanan pelaksana untuk mengagendakan survei bangunan milik warga yang terdampak aktivitas proyek. Di Babalan Kidul saja ada sekitar 36 rumah yang retak-retak.

“Karena memang warga sangat menunggu kepastian. Saya berharap, tuntutan warga ini mudah-mudahan dapat dikabulkan pihak pelaksana,” kata Nur Siswanto.

Menanggapi tuntutan itu, Yoyok mewakili SMJ menyatakan, pihaknya sudah memiliki program untuk penanganan dampak tol di lingkungan masyarakat. Sudah ada tim yang akan menilai kerugian yang ditanggung warga terdampak aktivitas proyek.

“Kami sudah memilik tim penilai yang akan melakukan survei ke rumah-rumah warga yang terdampak. Berapa besaran kerugian, mereka yang akan menentukan. Meski demikian, nanti kita akan memfoto dan mengukur sampel bangunan berdasarkan kerusakan yang ada,” tambah Yoyo.

Ditegaskan, pihaknya akan bertanggungjawab atas kerusakan bangunan terdampak tol, bersama rekanan-rekanan pelaksana proyek lainnya.

Halili Supriota yang membidangi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dari PT SMJ, menambahkan, pihaknya tidak hanya akan menghitung dampak kerugian bangunan saja, namun juga dampak polusi yang ditimbulkan. “Dampak kerusakan ini kita akan tanggungjawab, namun tetap ada radiusnya. Diperkirakan kurang lebih radius 100 meter dari lokasi pengerjaan,” terangnya.

“Kita akan survei kerusakan apa saja. Kita akan data secepat mungkin. Hari ini (kemarin, red), kita akan uji sampling,” tandasnya. (yan)

Facebook Comments