Radar Batang

Harga Cabe-cabean Turun, Ayam Naik

Harga Cabe-cabean Turun, Ayam Naik

BERTRANSAKSI – Pedagang di Pasar Batang sedang melayani pembeli yang mampir ke lapaknya, Jumat (27/7).
LAILATUL MAFIYAH

*Disperindag Nilai Kenaikan masih Wajar

BATANG – Musim kemarau ternyata memberi pengaruh signifikan terhadap produksi komoditas cabai dan pasokannya ke pasaran. Karena stok melimpah, akibatnya harganya pun mengalami penurunan.

Cabe merah atau keriting yang semula Rp 30.000 perkilonya kini menjadi Rp 17.000, cabai setan juga turun dari Rp 35.000 menjadi Rp 30.000 per kilonya. Sementara cabai rawit yang sebelumnya Rp 30.000 sekarang menjadi Rp 20.000/kg.

Salah seorang pedagang di Pasar Batang, `Fatimah (55) menyampaikan, tak hanya cabai, harga bawang merah juga mengalami penurunan. Harga yang semula Rp 25.000 menjadi Rp 20.000 perkilonya. Tetapi untuk bawang putih tetap stabil harganya.

“Ini karena musim kemarau, biasanya sulit mendapatkan cabai untuk saya jual, tapi ini cabai ramai dipanen. Saya dengar bawang merah juga seperti itu, jadi harganya murah,” tutur Fatimah.

Dikatakan Fatimah, barang dagangannya yang harganya melejit yakni timun. Dia biasanya dapat pasokan dari Bandar dan Weleri. “Saya dengar karena panas jadi timunnya sedikit, jadi saya jual mahal. Memang kompak sedang naik di sini, ini saya jual Rp 7.000 per kilonya karena sudah tak terlalu segar. Kalau yang bagus saya jual bisa sampai Rp 10.000 perkilo. Padahal, biasanya satu kilo hanya Rp 3.000 sampai Rp 4.000,” papar Fatimah.

Naik turunnya harga di pasar Batang tidak membuat lapak Fatimah sepi pengunjung. Toh timun menurutnya bukan bahan pokok. “Ini masih seperti biasanya, pembeli hanya kaget dengan harga timun tapi berakhir dengan tidak membeli,” jelasnya.

Salah seorang pembeli, Siti Mukaromah mengaku kaget dengan kenaikan timun. Terlebih, sebagai penjual rujak dirinya pasti setiap harinya harus kulakan timun. “Saya bersyukur harga cabai turun, tapi kok malah timun yang naik,” katanya.

Sementara itu, kenaikan harga juga terjadi pada ayam ras yang sudah mencapai Rp 42 ribu perkilonya. Padahal, sebelumnya harga komoditas itu tak lebih dari Rp 36 ribu/kg.

Terkait dengan kenaikan beberapa harga kebutuhan pokok, Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop dan UMKM Batang, Dewi Wuriyanti SE mengatakan, hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh beberapa alasan. Terlebih sebentar lagi akan datang Idul Adha.

“Menurut kami untuk kenaikan beberapa harga kebutuhan pokok masih kami anggap wajar. Karena memang harga ini cenderung fluktuatif apalagi mendekati nanti Idul Adha. Seperti di pantauan kami sendiri ada harga ayam yang naik. Dan naiknya ini tidak terlalu signifikan,” jelasnya.

Sementara itu untuk harga berapa sayur yang naik seperti mentimun dan lainnya, dimungkinkan karena faktor jumlah panen yang menurun. Sehingga ketika banyak permintaan maka harga cenderung naik. (lai/nov)

Penulis: Lailatul Mafiyah, Novia Rochmawati | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments