Metro Pekalongan

Gara-gara Ini, Jukir di Depan Rumah Makan Ini Ditangkap

Gara-gara Ini, Jukir di Depan Rumah Makan Ini Ditangkap

DIPERIKSA – Tersangka pengedar psikotropika sedang menjalani pemeriksaan di ruang Sat Narkoba Polres Pekalongan Kota.
DOK IST

KOTA PEKALONGAN – M alias J (36) warga Kelurahan Poncol, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan harus rela mendekam di balik jeruji besi Mapolres Pekalongan Kota.

Tersangka ditangkap di Jalan H Agus Salim Kota Pekalongan, tepatnya di depan salah satu rumah makan di lokasi tersebut, karena diduga mengedarkan atau menjual psikotropika golongan IV.

Dari penangkapan ini, polisi menyita 32 butir pil alprazolam dalam kemasan strip dan 3 butir Riklona clonazepam yang diduga dimiliki tersangka tanpa resep dokter.

Alprazolam dan Riklona sebetulnya adalah obat yang hanya bisa dibeli dengan resep dokter. Fungsi obat ini untuk mengobati gangguan cemas umum, cemas terkait depresi, dan gangguan panik (obat penenang). Karena itu, alprazolam dan Riklona hanya dijual di apotek (tidak dijual bebas). Namun oleh tersangka, obat ini diperdagangkan secara bebas.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandi Sitepu melalui Kasat Narkoba AKP Rohmat Ashari, mengatakan penangkapan ini bermula dari laporan masyarakat tersangka sering menjual obat-obatan terlarang. Polisi pun melakukan penyamaran dan pengintaian di lokasi tersebut. Kemudian didapati ada seorang pria yang dicurigai.

“Saat dilakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap yang bersangkutan, petugas mendapati bahwa tersangka kedapatan membawa psikotropika jenis alprazolam dan Riklona di tas kecil yang dibawanya,” katanya, Kamis (26/7) sore.

“Penangkapan tersangka yang berprofesi sebagai juru parkir itu, merupakan hasil pengembangan dari penangkapan kasus yang sebelumnya,” ungkapnya.

Ashari menambahkan bahwa pihaknya kini terus melakukan pengembangan dari mana tersangka mendapatkan psikotropika golongan IV tanpa resep dokter tersebut.

“Tersangka akan dijerat dengan pasal 62 UU RI nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika yang ancaman hukumannya paling lama 5 tahun dan pidana denda paling banyak Rp100 juta,” tambahnya. (way)

Penulis: Wahyu Hidayat | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments