Radar Batang

Wuih, Dari Bisnis Jamur Segini Omset yang Diperloleh Sebulannya

Wuih, Dari Bisnis Jamur Segini Omset yang Diperloleh Sebulannya

TINJAU – Bupati Batang bersama jajaran pejabat pemkab Batang saat mengunjungi UMKM Cahaya Jamur, Rabu (25/7).
NOVIA ROCHMAWATI

SUBAH – Bupati Wihaji berkesempatan mengunjungi UMKM Cahaya Jamur di sela kunjungan kerja di Desa Keborangan, Kecamatan Subah, Rabu (25/7). Bupati mengapresiasi usaha yang diketuai oleh Cahyono itu karena sejalan dan berdaya dukung dengan program prioritasnya mencetak 1.000 wirausaha baru.

“Pemerintah punya kewajiban untuk menyelesaikan permasalahan usaha baru, yakni modal dan marketing. Kami bantu sebisa mungkin. Dan dengan usaha ini tentunya dapat menyerap tenaga kerja sehingga dapat meminimalisir pengangguran,” ujar Wihaji.

Kata dia, ada dua persoalan utama yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha, yakni modal dan marketing. Ia berharap nantinya pemkab dapat memafasilitasi pelaku usaha agar dapat mengatasi permasalahan tersebut.

Sementara itu, Ketua UMKM Cahaya Jamur sendiri, Cahyono mengaku hingga kini kelompok usahanya sudah bisa memperkerjakan hingga 10 karyawan. Selain itu, sebulan sendiri pihaknya bisa memproduksi hingga 1,5 ton jamur yang dikirim ke Batang dan sekitarnya. Omsetnya mencapai sekitar Rp 15 Juta per bulan.

Keberadaan UMKM itu diketahui mampu menyerap angka pengangguran di Desa Keborangan. Untuk jamur sendiri yang dijual ada dua variasi jenis, yakni jamur tiram putih dan jamur tiram coklat.

“Untuk harganya sendiri yang putih Rp 10 Ribu per kilonya, sedangkan jamur tiram Rp 15 Ribu per kilonya. Kami harap usaha ini semakin berkembang sehingga mampu mengurangi angka pengangguran di sini,” tandas Cahyono. (nov)

Penulis: Novia Rochmawati | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments