Radar Batang

Catat Ini, Sampah Juga Bisa Jadi Sumber Usaha Menjanjikan

Catat Ini, Sampah Juga Bisa Jadi Sumber Usaha Menjanjikan

PELATIHAN – Para pemuda yang peduli sampah dari berbagai wilayah di Kecamatan Batang Mengikuti Pelatihan Pengelolaan Bank Sampah.
M DHIA THUFAIL

BATANG – Berbagai cara dilakukan Pemerintah Kabupaten Batang untuk mendukung program menciptkan 1000 wirausaha baru. Tak terkecuali Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat yang ikut serta memberikan pelatihan bank sampah menjadi sebuah usaha yang menjanjikan.

“Pelatihan Pengelolaan Bank Sampah ini dalam rangka mendukung program pencetakan 1000 pemuda berwirausaha yang sedang dicanangkan oleh Bupati Batang. untuk tahun 2018 DLH akan mencetak 40 orang yang diharapkan dapat berwirausaha baru dalam bisnis persampahan” ujar Kepala DLH Batang Agus Riyadi, Kamis (26/7).

Ia mengatakan, permasalahan sampah saat ini sudah menjadi masalah nasional dan bahkan global. Harapan pemerintah adalah zero waste atau Indonesia Bebas Sampah, yang diharapkan dari sampah tiap rumah tangga sudah terlaksana pemilahan antara sampah organik dan anorganik dengan prinsip 3R (Reduce,Recycle, dan Reuse).

“Dengan adanya pemilahan itu, nantinya sampah organik bisa dibuat menjadi kompos dan yang anorganik bisa dibuat menjadi kerajinan tangan. Sehingga sampah dapat menjadi ada nilai ekonomi bagi keluarga, dan peran masyarakat mengelola sampah bisa menjadi edukasi dan secara tidak langsung ikut mensukseskan program pemerintah yang strategis,” katanya.

Pelatihan wirausaha tersebut, kata Agus, baru bisa menghadirkan 40 orang peserta dari kota Batang saja. Yang bekerjasama dengan Forum Komunikasi Bank Sampah (FKBS) Kelurahan Proyonanggan Selatan.

“Kita masih fokus pada kebersihan dan pengurangan sampah di Kota Batang dalam rangka mendukung terlaksananya program Adipura. Dimana Batang beberapa kali pernah mendapatkan penghargaan tersebut,” jelas Agus.

Sementara itu Kepala bidang PPKLH, Edy Widyarto, menambahkan, Pelatihan tidak hanya bagaimana mengelola bisnis sampah yang menguntungkan, tetapi juga dilatih bagaimana memproses sampah organiknya dengan sistem kompos anaerob.

“Peserta juga diberikan bantuan peralatan yang bersifat stimulan berupa 2 unit komposter anaerob, 200 ml mikroba pengurai dan 1 unit alat timbangan gantung,” ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut juga disepakati dukungan antara komunitas bank sampah dengan Muspika Kecamatan Batang dalam pengembangan pengelolaan bank sampah di kota Batang demi terwujudnya kota Batang yang bersih dan nyaman. Pelatihan sendiri dilaksanakan selama tiga hari di mulai tanggal 24 sampai dengan 26 Juli 2018. (fel)

Penulis: M Dhia Thufail | Radar Pekalongan
Redaktur: Akhmad Saefudin

Facebook Comments