Radar Kendal

RSUD dr Soewondo Dapat Banyak Kritik dan Masukan

RSUD dr Soewondo Dapat Banyak Kritik dan Masukan

TINGKATKAN LAYANAN – RSUD dr Soewondo Kendal menerima banyak masukan dari peserta public hearing soal penyusunan standar pelayanan publik, kemarin.
NUR KHOLID MS

KENDAL – RSUD dr Soewondo Kendal menggelar kegiatan Public Hearing Penyusunan Standar Pelayanan Publik dan Visi Misi di Aula Rumah Sakit, Rabu (25/7). Menariknya, di forum tersebut rumah sakit tipe B itu justru banyak menerima kritik dan masukan dari peserta.

Kegiatan dihadiri antara lain tokoh masyarakat, LSM, wartawan, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta dari perguruan tinggi di Kendal.

Pesertai dari unsur media, Wahyudi, menyoroti kondisi kebersihan di lingkungan rumah sakit yang perlu mendapat perhatian. Selain kamar mandi, saluran air yang ada di rumah sakit perlu dibersihkan. “Ada juga kipas angin di kamar pasien yang berdebu. Debu itu bisa timbulkan penyakit,” kata dia.

Hal senada, Miskan, dari Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Kendal, mengatakan, banyak keluhan dari warga tentang kebersihan rumah sakit. Kamar mandi pasien kurang bersih, sehingga masih menimbulkan bau tidak sedap.

“Di rumah sakit ini juga masih ditemui keluarga pasien maupun pengunjung yang merokok. Sebenarnya aturannya seperti apa?” kata dia.

Wakil Direktur Administrasi Umum dan Keuangan RSUD dr Soewondo, Heri Wasito mengapresiasi masukan dari berbagai kalangan. Rumah sakit bakal berusaha memberikan pelayanan yang terbaik. Soal kebersihan menjadi perhatian untuk memberikan kenyamanan. Merokok di dalam lingkungan rumah sakit, jelas di larang.

Luas rumah sakit sekitar 3,5 hektar, sedangkan jumlah petugas keamanan hanya 22 orang. Mereka masih terbagi dalam tiga shift, sehingga satu shift minimal lima orang. “Dengan luas rumah sakit, petugas kami kesulitan untuk memantau seluruh pengunjung maupun keluarga pasien. Kami juga memasang stiker larang merokok di berbagai sudut rumah sakit. Kipas angin di kamar pasien berdebu, itu jadi catatan kami. Segera kami bersihkan,” kata dia.

Kabid Pelayanan Medik, dr Mastuti, mengatakan, untuk mengatasi antrian panjang pendaftaran pasien, RSUD dr Soewondo telah menerapkan pendaftaran pasien secara online. Namun, untuk sementara hanya bagi pasien lama yang sudah memiliki rekam data medis. Ke depan pendaftaran online akan diupayakan untuk semua pasien.

“Pendaftarannya dilakukan melalui WA, paling lambat sehari sebelum periksa. Pendaftaran online ini untuk menghindari antrian panjang saat pendaftaran pasien. Rata-rata per hari sekitar 50 orang,” kata dia.

Dikatakan Mastuti, Publi Hearing digelar untuk menerima masukan supaya dalam penyusunan standar pelayanan publik dan visi misi di RSUD dr Soewondo Kendal benar-benar bisa memenuhi keinginan masyarakat. Ada enam standar pelayanan, yakni pelayanan gawat darurat, pelayanan rawat jalan, pelayanan rawat inap.

“Tiga lainnya, pelayanan laboratorium, pelayanan radiologi, dan pelayanan farmasi,” jelas dia.

Sementara itu, Wakil Direktur Palayanan RSUD dr Soewondo Kendal, dr Rohmat, mengatakan, bahwa rumah sakit harus mengikuti proses akreditasi dan audit penilaian pelayanan publik. Dalam penyusunan standar pelayanan publik dan visi misi ini, pihak rumah sakit harus melibatkan tokoh masyarakat, LSM, wartawan dan instansi terkait.

“Tujuan untuk peningkatan pelayanan masyarakat. Tujuan untuk kepastian hukum, sehingga harus ada sinergi dengan masyarakat,” terang dia.

Ditambahkan dr Rohmat, selain melalui kegiatan Public Hearing, dalam menjaring masukan dari masyarakat, juga melalaui pengaduan masyarakat, baik melalui kotak aduan, SMS, email, website. Juga melalui survei kepuasan pelayanan langsung kepada pasien dan keluarga pasien. Pengaduan masyarakat ini harus direspon, dikelola dan ditindaklanjuti. “Pengaduan masyarakat ini termasuk manajemen pengaduan masyarakat,” pungkas dia. (nur)

Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Akhmad Saefudin

Facebook Comments