Radar Kajen

Pedagang Yakin Pertamini Legal

Pertamini Simbang Wetan

MELAYANI – Penjual bensin eceran di pertamini daerah Simbangwetan Buaran tengah melayani pembeli, Selasa (25/7).
FAKHRUN NISA

WIRADESA – Perdagangan bensin eceran berlabel Pertamini di masyarakat mengundang kontroversi. Meski demikian para pedagang yang rata-rata beroperasi sejak tahun 2018 tersebut tak begitu mengira jika izin operasional yang harus ada dalam setiap badan usaha mesti diterbitkan. Para pedagang eceran yakin bahwa pom mini Pertamini yang dibuka tak bermasalah.

Hal itu disampaikan salah seorang pemilik pom Pertamini di Kelurahan Kepatihan Kecamatan Wiradesa, Novi. “Saya tahunya ini legal, karena saya ikut ini ada sales yang mengurusnya,” ujarnya kepada Radar Pekalongan, kemarin.

Ia juga menuturkan, sesungguhnya pom Pertamini yang dibuka tak berbeda dengan pedagang bensin ecer botol pada umumnya. Hanya saja para konsumen menjadi lebih yakin karena perhitungan mesin pom mini Pertamini lebih pas takarannya.

“Jadi katakanlah kalau disini berapapun belinya kita akan tetap melayani. Kalau misalnya dia kebetulan hanya punya uang Rp5000 kalau di pedagang ecer botol pasti tidak boleh, sedangkan disini boleh,” kata dia.

Bahkan ia pernah melayani pembelian sebesar Rp4000. Hal tersebut juga dibenarkan oleh para konsumen, salah satunya Rahadi, warga Desa Kemplong. “Dengan adanya pom mini juga sangat membantu, dekat, takarannya juga pas beda dengan ecer botol,” tuturnya. Keberadaan Pertamini yang kini marak seolah menjadi jawaban dari komplain para konsumen terkait pedagang bensin ecer. “Jadi kelebihannya juga, kalau biasanya pedagang ecer botol memperhitungkan 1 botol 1 liter yang padahal isinya hanya kurang lebih 800 ml, tapi disini satu liter ya yang diisikan 1 liter,” papar Novi.

Novi juga mengaku sering mendapat laporan dari para konsumennya, bahwa keberadaan pom mini Pertamini cukup menarik perhatian mereka. Para warga seolah tak ikut dipusingkan dengan polemik terkait perizinan Pertamini yang hingga kini masih dipertanyakan.

Backgound pom mini Pertamini yang dibuat sangat mirip dengan model SPBU Pertamina juga menjadi salah satu penarik minat masyarakat sebab mereka mengira bahwa antara Pertamini dan Pertamina memiliki keterkaitan. Kemiripan tersebut terjadi pula salah satunya dari tagline “Pasti Puas” yang ditempel di mesin pengisi milik Pertamini yang mirip dengan tagline “Pasti Pas” milik Pertamina.

Dicek Polisi, Aman

Sementara Ma’ruf, pemilik usaha Pertamini di daerah Simbangwetan mengaku pernah dua kali didatangi polisi untuk dicek dan dipantau. Selama dua kali pengecekan tersebut, Ma’ruf mengaku tidak ada masalah sehingga Pertamini miliknya masih bisa beroper asi. Ma’ruf pun mengakui telah mendapat izin dari kepolisian untuk membuka usaha Pertamini di Jalan Raya Simbangwetan tersebut.

“Sudah resmi ini, karena sudah tanda tangan dan mendapat izin dari kepolisian Buaran. Kalau tidak resmi bisa dicabut, seperti yang di sekitar jembatan Simbangwetan itu dicabut karena tidak memiliki izin dari kepolisian. Kalau dicabut jadi rugi besar karena modal dan semuanya hilang. Saya juga pernah diundang kepolisian, tapi tidak bisa datang karena harus bekerja,” jelas Ma’ruf.

Sebelum berusaha Pertamini, Ma’ruf sempat jual bensin eceran menggunakan botol. Menurutnya, keuntungan yang didapatkan dari usaha Pertamini lebih besar dibanding menjual bensin eceran menggunakan botol. Disebutkan, dalam sehari dirinya bisa menjual bensin hingga 14 jeriken. Bensin tersebut ia dapatkan dari pom bensin terdekat.

“Alhamdulillah ramai, bisa setiap hari kulakan bensin. Sekali kulakan bisa sampai 14 jeriken. Saya juga menawarkan promo 5000 bisa. Tidak semua Pertamini bisa melayani pembelian bensi harga 5000, tapi kami bisa,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu konsumen Pertamini, Latifah menyebutkan bahwa keberadaan Pertamini sangat memudahkan dirinya dalam membeli bensin ketika keadaan darurat. Meski begitu, dirinya lebih memilih untuk mengisi bensin di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) resmi milik Pertamina bila memungkinkan. Selisih harga di antara keduanya menjadi salah satu pertimbangan Latifah.

“Sekarang kan Pertamini banyak, jadi kalau sewaktu-waktu bensin habis dan jauh dari SPBU, Pertamini sangat memudahkan. Kemarin saya di Doro hampir kehabisan bensin padahal jauh dari SPBU, tapi untuk ada Pertamini. Meskipun ada selisih harga dengan SPBU, tapi Pertamini sangat membantu dalam keadaan darurat,” tandasnya. (yak/run)

Facebook Comments