Radar Kajen

Tunggu Pelanggan, 5 PSK Ditangkap

PSK

TERJARING – Sebanyak lima PSK berhasil terjaring petugas Satpol PP Kabupaten Pekalongan dalam operasi pekat di Desa Legokclile, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

BOJONG – Petugas Satpol PP Kabupaten Pekalongan melakukan operasi pekat di lokasi yang terindikasi dijadikan sebagai ajang prostitusi terselubung di Desa Legokclile, Kecamatan Bojong, Selasa (24/7) malam. Dalam operasi tersebut, setidaknya ada lima pekerja seks komersial (PSK) yang berhasil terjaring oleh petugas.

Sempat terjadi aksi kejar-kejaran. Namun pihak Satpol sudah menyiapkan personel di beberapa titik, sehingga kelima PSK pun tak dapat menghindar dari tangkapan petugas.

Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pekalongan Edi Widiyanto melalui Kabid Tibumtranmas Farid Abdul Khakim mengatakan, giat operasi pekat dilakukan pada titik endemis di daerah Legokclile Bojong. Giat dimulai pukul 5 sore hingga 7 malam. Pihaknya menerjunkan 25 personel, baik personel pendahuluan maupun personel inti, untuk giat operasi tersebut.

“Alhasil, lima PSK berhasil kita jaring, lalu kita bawa ke kantor Satpol PP saat itu juga,” jelas Farid, kemarin.

Setelah sampai di kantor dinas, para PSK kemudian diberi pembinaan. Seusai dibina, dilakukan pemberkasan untuk selanjutnya dikirim langsung ke Panti Rehabilitasi Sosial di Surakarta saat itu juga.

“Jam 9 malam, langsung kita kirim ke panti rehabsos untuk diberikan pembinaan dan keterampilan. Diharapkan, setelah enam bulan nanti, mereka dapat kembali ke kampung halaman dengan modal keterampilan yang didapatkan. Sehingga tidak lagi terjun di dunia malam,” kata dia.

Diakui, saat ini tempat prostitusi terselubung di Kota Santri, beberapa mulai muncul lagi pasca lebaran. “Ya masih ada sih, kayak di Kebonsuwung (Israel) Karanganyar, Bojong, dan pantura Wiradesa Siwalan,” terangnya.

Untuk itu, operasi pekat akan rutin digelar oleh petugas Satpol PP dengan tujuan untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat sesuai dalam Perda No 2 Tahun 2012. “Operasi yang dilakukan kemarin juga berdasarkan laporan yang banyak kami terima dari masyarakat. Sekaligus upaya menegakkan Perda No 2 Tahun 2012 tentang Ketertiban Umum,” tandasnya. (yan)

Facebook Comments