Radar Pendidikan

Tumbuhkan Semangat Belajar, Canangkan Guru Asuh

SMPN 14 Pekalongan

MAIN – Para siswa SMPN 14 sedang mengisi kegiatan istirahat mereka dengan bermain bola dilapangan.
MALEKHA

KOTA PEKALONGAN – Dalam upaya menumbuhkan semangat belajar siswa, serta mencarikan solusi disetiap permasalahan mereka. SMPN 14 mencanangkan program guru asuh yang nantinya bertugas untuk mendampingi para siswa kelas 9.

Demikian disampaikan Kepala SMPN 14, Arti Rohjatmi, kepada Radar Pekalongan di ruang kerjanya, Rabu (25/7). “Tahun ajaran baru ini, kita mempuyai terobosan itu. Kita memandang guru asuh ini sepertinya perlu sekali untuk para siswa terutama kelas 9,” ungkap Arti.

Kenapa dipilih kelas 9 sebagai pilot project asuh, karena menurutnya kelas 9 pada masa memerlukan perhatian khusus dalam mempersiapkan diri menempuh UN. Serta usia ini berada pada masa transisi mencari jati diri.

“Kita yakin bahwa setiap anak punya latar belakang sendiri-sendiri, jadi jangan menjudge anak malas, suka terlambat dan sebagainya tanpa kita tahu sebabnya si anak melakukan demikian. Dan tidak semua anak mampu mengungkap permasalahannya, nah disitulah peran guru asuh,” ucapnya.

Tugas 1 guru asuh akan menghandle 1 kelompok yang terdiri 10 siswa, namun belum diputuskan apakah 1 kelompok beranggotakan 1 kelas atau justru lintas kelas, sampai saat ini masih digodok oleh dewan guru.

“Plus minus tetap ada ya, kalau satu kelas mungkin kita nantinya akan lebih mudah berkoordinasi. Tapi minim pengalaman karena siswanya berada dalam 1 kelas,” imbuh ibu 3 anak ini.

Dari tiap kelompok ini, guru asuh harus menciptakan kedekatan dengan para siswa dikelompoknya, bisa dengan bertegur sapa, saling curhat maupun mengagendakan kegiatan lain diluar sekolah dengan ketentuan kegiatan yang baik.

“Kita tidak membatasi jenis kegiatannnya, senyaman mereka lah baik guru ataupun siswanya. Yang penting masih dalam jalur koridor yang benar kami dari pihak sekolah tetap mendukung,” terang Arti.

Dari kegiatan ini, diharapkan para guru mampu mendalami psikologi siswa one by one. Sehingga guru bisa membantu mencarikan solusi permasalahan baik dalam pembelajaran di sekolah ataupun bersifat pribadi.

“Kalau sudah dekat, biasanya kan siswa akan terbuka sendiri dia mengalami kesulitan dimana. Nah setelah itu guru asuh menjadi fasilitator kepada guru yang bersangkutan untuk mendampinginya lebih intensive ketika kesulitanya adalah tentang pembelajaran di sekolah,” ujarnya.

Arti berharap, dengan adanya program ini bisa membantu para siswa-siswi SMPN 14 bisa optimal dalam mengembangkan potensinya serta bisa meringankan beban para siswa. (mal)

Facebook Comments