Radar Kajen

Catat Ini, Guru BK Tidak Hanya Mengatasi Anak Bermasalah

Workshop Program BK

BERI SAMBUTAN – Kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan Sumarwati saat memberikan sambutan pada acara Wokrshop Penyusunan Program Bimbingan Konseling berdasarkan POPBK yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling SMP/MTs Kabupaten Pekalongan, di SMP 1 Karanganyar, Rabu kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

KARANGANYAR – Peran guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolah sangat vital, karena tidak hanya mengatasi anak bermasalah saja. Namun juga sebagai fasilitator bagi pengembangan potensi dan pembentuk karakter anak.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pekalongan Sumarwati saat memberikan sambutan pada acara Wokrshop Penyusunan Program Bimbingan Konseling berdasarkan POPBK yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling SMP/MTs Kabupaten Pekalongan, di SMP 1 Karanganyar, Rabu kemarin.

Menurutnya, pada kurikulum 2013, sikap pembinaan karakter menjadi salah satu domain atau hal pokok yang harus dibentuk di sekolah. Untuk itu sebagai seorang pendidik, terlebih guru BK, harus mengetahui secara personal peserta didik.

“Saya apresiasi bapak ibu guru, baik yang dari Kabupaten Pekalongan, maupun dari Kota Pekalongan dan Kabupaten Batang yang mengikuti workshop ini. Terlebih kegiatan ini digelar secara mandiri, saya apresiasi. Selalu pemerintah dorong guru untuk meningkatkan kompetensi. Setelah pemerintah telah memperjuangkan sertifikasi, maka tuntutan kerja yang profesional juga harus dijalankan dengan baik,” jelas Sumarwati.

Sementara, panitia penyelenggara Workshop Penyusunan Program Bimbingan Konseling, Sartono mengungkapkan, kegiatan ini diikuti oleh 55 guru BK dari Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang dan Pemalang. Workshop tersebut bertujuan untuk meningkatkan pelayanan guru BK terhadap siswa dengan menghadirkan narasumber, yakni Prof Sugiyo dari UNNES dan Amdhori dari guru SMA 1 Pemalang.

Ia berharap, dengan adanya workshop tersebut para guru BK semakin maju, semakin dapat mendampingi siswa di sekolah dan dapat menggunakan teknologi informasi dalam melakukan pendampingan terhadap siswa.

“Karena memang, untuk meningkatkan peran guru BK dalam pelayanan pada siswa, khususnya di kurtilas ini, kita dorong para guru agar dapat melibatkan IT dalam pelayanan pendampingan kepada siswa,” tandas Sartono. (yan)

Facebook Comments