Metro Pekalongan

Wow, Teater Bayang Ikut Lomba Festival Sastra Indonesia Tingkat Jateng

Wow, Teater Bayang MAN 1 Ikut Lomba Festival Sastra Indonesia Tingkat Jateng)

PENTAS – Siswa-siswi MAN 1 Pekalongan tampil pentas dalam dalam lomba Festival Sastra Indonesia Tingkat SMA/MA se Jawa Tengah.
DOKUMEN

KOTA PEKALONGAN – Kembali siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pekalongan, yang tergabung dalam grup Teater Bayang mengharumkan nama madrasahnya di tingkat regional Jawa Tengah. Sebab mereka tampil dalam lomba Festival Sastra Indonesia Tingkat SMA/MA se Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah tanggal 21 sampai dengan 22 Juli 2018 di Teater Arena-Taman Budaya Jawa Tengah, Solo.

Yang paling membanggakan, di wilayah Jateng, dari 25 peserta hanya dua sekolah yang berasal dari Madrasah Aliyah yaitu dari MAN 1 Kota Pekalongan dan MA Kajen Pati.

Saat pentas, anak-anak Teater Bayang membawakan naskah ‘Sang Wartawan’, yang merupakan naskah adaptasi dari naskah cerpen karya Maria Magdalena yang digarap oleh Badrun.

Cerita ini berkisah tentang seorang wartawan yang merupakan orang yang bersih dan tidak pernah menerima sogokan dari pejabat, atau orang yang telibat kasus. Hal ini diakui oleh istrinya.

Pernikahannya dengan ‘sang Wartawan’ telah berjalan 5 tahun dan telah dikaruniai 1 orang anak. Kali ini ia diuji karena ia diberi amplop oleh Sang Jaksa berisi 5 juta rupiah.

Ia bingung hingga pada akhirnya sang wartawan mempunyai keputusan akhir yaitu memberikannya kepada Yayasan Panti Asuhan Yatim Piatu. Namun, keputusanya itu ditentang oleh istri, karena ia tidak mau jika anak-anak yatim piatu menjadi tong sampah bagi uang haram yang diterima suaminya.

Karena merasa sangat berdosa, Sang Wartawan memutuskan untuk berhenti menjadi wartawan. Keputusan itu disambut gembira oleh Sang Istri. Ia menawarkan untuk menjadi petani dengan lahan garapan yang sudah tersedia. Setelah beberapa tahun, teman seprofesinya dulu datang ke rumah dan menawarkan kembali “Sang Wartawan” untuk kembali ke profesinya. Ia menolak dan mengusir teman-teman wartawan.

Pembina Teater Bayang, Mahbub SPd, mengatakan walaupun belum berhasil meraih penghargaan dalam lomba Festival Sastra Indonesia Tingkat SMA/MA se Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah tanggal 21 sampai dengan 22 Juli 2018 di Teater Arena-Taman Budaya Jawa Tengah, Solo. Tetapi, anggota Teater Bayang masih terus semangat dalam berproses. “Kita harus selalu eksis dan berproses. Kepuasan tidak hanya pada prestasi. Namun mampu menampilkkan seuah karya adalah kepuasan yang bisa dibanggakan,” tuturnya.

Semangat tersebut harus selalu diwujudkan, sambung Mahbub, apalagi naskah tersebut akan kembali dipentaskan pada parade Teater dalam rangka Pekalongan Art Festival #2 tanggal 27 Juli 2018 di GOR Jetayu.

Kepala MAN 1 Kota Pekalongan Drs H Ahmad Najid MPdI selalu menyambut positif kegiatan yang dilaksanakan oleh Siswa-Siswi MAN 1 Kota Pekalongan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui suport baik moril dan materiil dalam pelaksanaan kegiatan yang dilakukan.

“Saya akan selalu suport peserta didik MAN 1 Kota Pekalongan untuk mengikuti kegiatan baik tingkat daerah sampai Nasional. Semua siswa yang mempunyai potensi akan mendapatkan peluang dan suport yang seluas-luasnya, misalnya dengan memberikan beasiswa bagi siswa berprestasi seperti yang sudah kita lakukan beberapa tahun ini. Hal itu sesuai dengan visi misi MAN 1 Kota Pekalongan yaitu Religius, Unggul dan Berprestasi,” ujarnya di sela-sela aktivitas setiap pagi berkeliling memantau kegiatan KBM.

Oleh karena itu Kepala Madrasah berpesan agar siswa siswi yang aktif dalam kegiatan juga harus diimbangi prestasi akademik, sehingga ada keseimbangan antara pretasi akademik dan luar akademik. Caranya yaitu dengan membagi waktu belajar. Pasti orang tua akan bangga jika putra-putrinya pretasi di semua lini. (dur)

Penulis: Abdurrahman | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments