Radar Batang

Waduh, Jalan Rusak Akses Wisata Jadi Terganggu

Ngudo Roso

SERIUS – Bupati Wihaji serius menyimak curhat warganya soal kondisi jalan rusak saat giat Ngudo Roso di Desa Keborangan, Subah, Selasa kemarin.
NOVIA ROCHMAWATI

SUBAH – Bupati Batang, Wihaji, bersama jajaran Pemkab Batang kembali menggelar Ngudo Roso di Desa Keborangan Subah, Selasa (24/7). Memanfaatkan kesempatan itu, sejumlah warga Keborangan dan sekitarnya menyampaikan unek-unek permasalahan yang dihadapi di wilayahnya, termasuk kerusakan jalan.

Salah satunya warga Desa Sengon, A Purnomo, yang mengeluhkan rusaknya prasarana jalan di Dukuh Roban Desa Sengon. Terlebih, jalan tersebut menjadi akses wisata ke Pantai Roban.

“Semenjak adanya jalan tol, akses ke pantai Roban sendiri menjadi susah dan sepi pengunjung. Dulu ada sekitar tiga warung yang berjualan di sana. Sekarang hanya tinggal satu. Dan selain menganggu akses wisata, rusaknya jalan juga menganggu proses pembelajaran di beberapa sekolah di sekitar Dukuh Roban,” terang Purnomo.

Karena rusaknya jalan tersebut, lanjut Purnomo, banyak guru honorer yang kapok mengajar. Mereka tidak sanggup untuk melewati akses menuju sekolah yang rusak parah.

“Sehingga diharapkan agar jalan tersebut dapat diperbaiki untuk melancarkan geliat wisata dan pendidikan di sekitar Roban Sengon,” harapnya.

Sementara itu, Wihaji mengaku memang sementara belum ada perbaikan atas jalan tersebut. Sebab, sebelumnya memang sudah ada kesepakatan antar pelaksana proyek tol dengan pemkab terkait perbaikan jalan yang rusak karena terdampak pengerjaan tol. Untuk perbaikan, kata dia secepatnya akan dilakukan setelah proyek tol rampung.

“Memang pihak tol itu agak ndableg soal perbaikan jalan. Namun memang sebelum ada proyek selalu ada perjanjian untuk menanggulangi kerusakan-kerusakan. Secepatnya nanti akan kami usahakan,” jelas Wihaji.

Di luar soal kerusakan jalan, masih banyak warga yang curhat pada bupati. Pun dengan ragam masalah, baik itu terkait bantuan gedung kesenian desa, bantuan modal, insentid bagi PKK, bantuan lapangan dan lainnya.

“Sebenarnya kami ingin mengakomodir semua kebutuhan warga. Tapi kami harus mementingkan yang urgent terlebih dahulu. Kecuali nanti PAD kami banyak mungkin nanti bisa dipertimbangkan. Kami akam bantu sesuai dengan kemampuan daerah,” tandasnya. (Nov)

Facebook Comments