Radar Pendidikan

Mendesak, Butuhkan Perluasan Tempat Ibadah

SMPN 2 Pekalongan

LIHAT – Suasana saat waktu sholat tiba, terlihat mushola hanya bisa digunakan beberapa shof.
MALEKHA

KOTA PEKALONGAN – Dalam rangka pengoptimalan pencapaian Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada aspek KI 1 penerapan penilain relegiusitas, SMPN 2 Pekalongan membutuhkan perluasan tempat ibadah agar lebih efektif dan efesien.

Demikian disampaikan Kepala SMPN 2 Pekalongan Heni Daryani Spd Mpd kepada Radar Pekalongan di ruang kerjanya, Senin (23/7). “Saat ini sebenarnya kami sudah mempunyai tempat ibadah bagi yang muslim, cuma memang secara pengoptimalan fungsi masih sulit, karena musholanya sempit sedangkan siswanya yang muslim begitu,” ungkap Heni.

Setiap hari, para siswa harus mengantri untuk pelaksanaan sholat dhuhur berjamaah. Karena sempit jadi hanya muat untuk beberapa shoff yang muat 1 jenjang, padahal di SMPN 2 mempunyai 3 jenjang.

“Kalau waktu dhuhur anak-anak ini mengantri panjang sekali, saya sering merasa kasihan. Apalagi dengan waktu istirahat yang hanya 20 menit, tentu saja ini menyebabkan kurang optimalnya jam belajar usai sholat dhuhur karena pada telat masuk kelas,” imbuhnya.

Hal tersebut tentunya sangat mengganggu dalam proses pencapain KBM, terlebih dengan penerapan K13 yang menempatkan nilai relegiusitas sebagai penilain dari KI 1 dan juga menjadi tolak ukur pencapain prestasi. Sejauh ini, pihak sekolah sudah berusaha mencari solusi untuk mengatasi permasalahan ini. Namun sampai saat ini Heni mengaku masih stagnan karena terkendala luas tanah.

“Sebagai sekolah rujukan yang langsung berada dibawah komando Kemendikbud, kami sudah mengupayakan untuk mengatasi masalah ini, sudah di acc sebenarnya cuma kami terkendala luas tanah yang kami memang tidak punya lahan kosong lagi untuk di renovasi. Padahal dari Kemendikbud mengharuskan renovasi dari bawah bukan menaikkan lantai,” ucapnya.

Sementara itu, tambah Heni di belakang SMPN 2 Pekalongan terdapat gedung SD yang sudah tidak terpakai lagi karena di marger dengan SD lain. Ia berharap Pemerintah Kota Pekalongan bisa menghibahkan lahan tersebut untuk difungsikan sebagai musholla agar mampu menampung jumlah siswa SMPN 2 Pekalongan sehingga bisa sholat berjamaah secara bersama-sama.

“Kami berharap 7 meter saja tanah dibelakang kami bisa dihibahkan, kami sedang melakukan proses mohon doanya semoga bisa berhasil. Jika lahan tersebut bisa difungsikan maka tidak hanya bisa memperluas luas musholla, namun juga memperluas lapangan sekolah untuk kegiatan para siswa,” pungkas Heni. (mal)

Facebook Comments