Radar Batang

Wuih, Sampai Juni Ada 897 Janda Baru

Berkas Pengadilan Agama

DAFTAR – Masyarakat Batang saat mendaftarkan berkasnya ke Pengadilan Agama Kabupaten Batang, Selasa (24/7).
NOVIA ROCHMAWATI

BATANG – Tahun 2018, populasi janda di Kabupaten Batang mengalami peningkatan. Hingga Juni 2018, sudah ada sekitar 897 perempuan berstatus janda baru terhitung mulai Januari 2018.

Jumlah cerai gugat sendiri ada sekitar 664 kasus . Angka itu dua kali lipat lebih banyak ketimbang cerai talak yang berjumlah 223 kasus.

Hal itu seperti yang disampaikan Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Batang, Drs H Faishol, saat diwawancarai Radar, Selasa (24/7). Dijelaskannya, memang untuk saat ini sendiri cerai gugat lebih mendominasi daripada cerai talak.

Ada beberapa penyebab yang menjadi penyebab perceraian. Faktor ekonomi tercatat menjadi penyebab paling dominan.

“Dari sekian ratusan perceraian yang ada memang paling banyak karena faktor ekonomi. Disusul dengan adanya perselisihan antar pasangan dan adanya salah satu pihak yang terlebih dulu meninggalkan pasangannya,” terangnya.

Menurutnya, memang sekarang banyak perempuan yang melakukan cerai gugat. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh faktor ekonomi, di mana banyak para suami yang tidak bekerja dan tidak mampu menafkahi istri secara lahiriyah.

“Kebanyakan ya seperti itu. Mereka rata-rata suaminya tidak bekerja dan tidak mampu menafkahi istri. Sehingga timbul masalah dan akhirnya bercerai. Kami sendiri bekerja sama dengan Kemenag juga memberikan penyuluhan pra nikah agar angka perceraian ini dapat lebih ditekan. Karena sesungguhnya perceraian ini adalah hal yang dibenci Allah,” tandasnya. (Nov)

Facebook Comments