Radar Kajen

Meninggal Janggal, Makam Sudah 40 Hari Kembali Dibongkar

Makam Dibongkar

OTOPSI – Lantaran adanya kecurigaan atas meninggalnya Wahyu Nuriski Anisah (25) alamat Desa Sumub Kidul, Sragi Tim DVI Polda Jateng melakukan pembongkaran makam untuk dilakukan outopsi, Selasa (24/7).
TRIYONO

SRAGI – Warga Desa Sumub Kidul, Kecamatan Sragi, Selasa (24/7) digemparkan dengan pembongkaran makam di desa setempat.

Pembongkaran dilakukan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jateng lantaran adanya kecurigaan pihak keluarga atas meninggalnya, Wahyu Nuriski Anisah (25) pada 10 Juni 2018 lalu.

Pembongkaran makam Wahyu Nuriski Anisah (25) dilakukan atas laporan pihak keluarga pada 3 Juli 2018 kemarin. Sebab, meninggalnya korban terdapat lebam pada anggota tubuhnya.

Atas dasar laporan itu, Satrekrim Polres Pekalongan langsung melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dan mendatangkan Tim DVI Polda Jateng untuk dilakukan outopsi.

TIM DVI Polda Jateng tiba di lokasi sekira pukul 10.00 wib, kemudian langsung melakukan pembongkaran makam untuk dilakukan outopsi. Selain Tim DVI juga terdapat sejumlah Mahasiswa kedokteran yang ikut praktek langsung dilokasi.

Sementara ratusan warga sekitar yang penasaran berusaha mendatangi lokasi untuk menyaksikan secara langsung. Dalam pembongkaran itu juga dilakukan pengamanan oleh anggota Sat Sabhara, Reskrim Polres Pekalongan.

“Dia meninggal sekitar tanggal 10 Juni 2018 lalu yang diketahui pukul 05.30 wib, namun dikarenakan pihak keluarga pada di Jakarta akhirnya dimakamkan usai ashar,” ungkap Slamet, salah seorang warga sekitar.

Padahal lanjut dia, baru enam hari lalu pihak keluarga menggelar selamatan 40 hari kematiannya. “Saat hidup korban cantik. Tinggi besar dan putih,” imbuhnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Agung Ariyanto mengatakan, pembongkaran mayat untuk proses otopsi dilakukan untuk menindaklanjuti pengaduan pihak keluarga korban yang curiga kematian korban tidak wajar. Korban, lanjut dia, meninggal sekitar 40 hari yang lalu.

“Laporannya memang agak terlambat. Mungkin kecurigaan-kecurigaan muncul setelah berjalannya waktu, ditambah berbagai suara-suara yang berkembang di masyarakat. Untuk hasil otopsi kita nanti nunggu Polda. Semoga dengan ini bisa menceritakan penyebab kematian korban,” terangnya. (yon)

Facebook Comments