Metro Pekalongan

1.120 Pendaftar Jalur Mandiri Tes Tertulis

Tes Tertulis IAIN Pekalongan

UJIAN TULIS – Para calon mahasiswa IAIN Pekalongan Jalur Mandiri sedang mengikuti tes tertulis di Kampus IAIN Pekalongan, Jalan Kusuma Bangsa, Kota Pekalongan, Selasa (24/7).
WAHYU HIDAYAT

KOTA PEKALONGAN – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan melaksanakan tes tertulis dalam rangka seleksi penerimaan mahasiswa baru (PMB) yang telah mendaftar melalui Jalur Mandiri, bertempat di Kampus IAIN Pekalongan, Jalan Kusuma Bangsa, Kota Pekalongan, Selasa (24/7).

Wakil Rektor I IAIN Pekalongan, Dr H Muhlisin MAg, menjelaskan bahwa tes tertulis untuk pendaftar Jalur Mandiri tahun akademik 2018/2019 ini diikuti 1.120 orang. Sedangkan jumlah calon mahasiswa yang akan diterima berkisar antara 650 hingga 700 orang.

Muhlisin memaparkan bahwa seleksi PMB Jalur Mandiri ini dilaksanakan selama dua hari, yakni Selasa (24/7) hingga Rabu (25/7). Hari pertama (24/7) dilaksanakan tes tertulis. “Materi tesnya, jam pertama berupa Tes Potensi Akademik dan Wawasan Keislaman. Sedangkan jam kedua adalah tes tertulis tentang kebahasaan, yakni bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris,” paparnya.

Sedangkan tes pada hari kedua, Rabu (25/7), berupa tes tulis Alquran, tes baca Alquran, praktikum ibadah, dan tes wawasan kebangsaan dan nasionalisme. Kalau ada peserta yang tidak mengikuti satu saja, maka dia otomatis gugur.

“Praktikum juga harus diikuti karena meliputi ujian tentang kemampuan praktek ibadah keseharian, doa-doa keseharian, ibadah-ibadah sunah, juga menguji tentang praktek thoharoh,” tandasnya.

Berikutnya ada tes wawasan kebangsaan, meliputi pemahaman tentang Islam Rahmatanlilalamin, pemahaman tentang Pancasila, kenegaraan, dan antiradikalisme.

Itu dilakukan karena IAIN Pekalongan ingin mengidentifikasi calon-calon mahasiswanya, apakah mereka termasuk orang-orang yang sudah mulai terpapar radikalisme, atau masih konsisten terhadap nilai-nilai keIndonesiaan.

“Karena IAIN Pekalongan mengembangkan nilai-nilai Islam moderat, Islam yang mengedepankan rahmatanlilalamin, Islam yang wasathiyah, tidak terlalu ekstrim ke kiri maupun ke kanan,” tegasnya.

Hasil seleksi Jalur Mandiri ini selanjutnya akan diumumkan pada tanggal 1 Agustus 2018. “Tapi sebelumnya akan ada sidang untuk menentukan kelulusan pada tanggal 30 Juli. Mulai tanggal 31 Juli sudah mulai bisa diakses di website IAIN Pekalongan,” tuturnya.

Muhlisin melanjutkan, setelah tes selesai, mereka yang diterima harus registrasi maksimal sampai 10 Agustus 2018. Setelah teregistrasi, maka calon mahasiswa yang bersangkutan akan tercatat sebagai mahasiswa.

“Nanti dia akan diwajibkan mengikuti PBAK (Pengenalan Budaya Akademik Kampus) pada tanggal 13-16 Agustus. Kemudian tanggal 17 Agustus seluruh mahasiswa baru diwajibkan mengikuti Upacara HUT Kemerdekaan RI,” terangnya.

Setelah itu, imbuh Muhlisin, mahasiswa akan melakukan pengisian KRS (Kartu Rencana Studi) dan perwalian pada dosen penasehat akademiknya. Dilanjutkan pendidikan pemustaka, lalu orientasi tentang IT, dan perkuliahan akan dimulai pada 27 Agustus 2018.

Lebih lanjut, Muhlisin menjelaskan bahwa Jalur Mandiri ini merupakan jalur terakhir untuk mendaftar sebagai calon mahasiswa baru IAIN Pekalongan. Sebelumnya ada jalur SPAN PTKIN, UMPTKIN, dan Jalur Bakat Minat,” kata Muhlisin.

Dia menyampaikan bahwa untuk Jalur Bakat Minat, IAIN Pekalongan telah menerima 33 mahasiswa. Mereka ada yang hafal Alquran 30 juz, 20 juz, dan 5 juz. “Jadi, ada yang juara cabang olahraga maupun non-olahraga, minimal juara 1 tingkat kabupaten/kota. Dia diterima, tapi tetap harus ikut tes baca tulis Alquran,” imbuhnya. (way)

Facebook Comments