Radar Batang

Berdalih Periksa Tato, MZ Diduga Cabuli 4 Calon Karyawannya

M DHIA THUFAIL
DIGELANDANG – MZ pelaku pencabulan terhadap empat wanita calon karyawannya digelandang oleh Kapolsek Gringsing dari kantornya untuk menjalani pemeriksaan di Mapolsek

GRINGSING – Kepolisian Resor Batang melalui Kepolisian Sektor Gringsing belum lama ini berhasil meringkus terduga pelaku praktik pencabulan, yakni MZ (34) warga Dukuh Kayen, Desa Banyuputih, Kabupaten Batang, yang bekerja sebagai manajer penyedia konstruksi Ratna Beton.

MZ diringkus anggota kepolisian karena diduga telah melakukan perbuatan cabul terhadap calon karyawatinya. Tidak cukup satu yang menjadi korban, melainkan ada empat orang karyawati yang mengaku mengalami pelecehan seksual.

Perbuatan cabul itu diketahui dilakukan MZ pada hari Jum’at (20/3) di ruangan kantor tempatnya bekerja. MZ yang telah berkeluarga dan mempunyai 1 anak itu langsung dilaporkan oleh keempat korbannya ke Polsek Gringsing.

Kapolres Batang, AKBP Edi Suranta Sinulingga, melalui Kapolsek Gringsing, AKP Sugiyanto, dalam keterangan persnya, Senin (23/7) menjelaskan, bahwa memang Ratna Beton tempat terduga MZ bekerja sedang membuka lowongan pekerjaan untuk satu wanita sebagai tenaga administrasi.

“Dengan adanya lowongan itu, sehingga menarik 6 orang untuk mengajukan lamaran ke kantor Ratna Beton. Akan tetapi, hanya ada 4 yang dipanggil oleh MZ untuk wawancara, yaitu G(21) , AR(18) , M(18) , dan DN(19) ,” bebernya.

Terduga MZ, kata Kapolsek, sengaja mengambil hari Jum’at untuk melakukan tes wawancara. Karena Ratna Beton meliburkan karyawan pada hari tersebut. Sehingga suasana kantor sepi. Kesempatan itulah yang digunakan oleh terduga untuk melancarkan aksi bejatnya.

“Oleh MZ, keempat korban dipanggil satu-persatu kemudian disuruh telanjang bulat dengan alasan untuk memeriksa tato dan tindik di tubuh korban. Korban juga disuruh kencing untuk pemeriksaan air seni. Bahkan, dengan alasan agar tidak dipalsukan, terduga melihat langsung saat korban kencing,” jelasnya.

Salah satu korban, Gita juga mengaku disentuh di beberapa bagian tubuh sensitifnya. Korban merasa seperti disirep dan tidak bisa menolak perintah tersangka. Setelah di rumah, barulah korban sadar dan bercerita kepada keluarganya dan malapor ke Polsek Gringsing.

Keesokan harinya, terduga MZ masuk kantor seperti biasa dan tidak menyangka perbuatannya akan berbuntut panjang. Tidak disangka, di luar sudah berkumpul massa yang tidak terima dengan perbuatan terduga dan akan menghakimi MZ.

Beruntung, aparat bertindak sigap dengan mengamankan terduga dan membawanya ke Kantor Polsek Gringsing, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Di hadapan polisi, terduga mengakui semua perbuatannya dan melakukan itu untuk kepuasan seksual semata.

Pihak manajemen perusahaan juga tidak pernah memerintahkan test seperti itu pada penerimaan karyawan. “Terduga akan dijerat dengan pasal 294 KUHP tentang Perbuatan Cabul dengan hukuman 7 tahun penjara,” tandas Sugiyanto. (fel)

Penulis: M Dhia Thufail

Redaktur: Akhmad Saefudin

Facebook Comments