Radar Kajen

Protes Jalan Rusak, Warga Blokir Jalan dari Akses Kendaraan Berat

Sejumlah warga Desa Tangkil Tengah, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, kembali beraksi memprotes jalan rusak. Seperti apa? M Hadiyan, Kedungwuni

Protes Jalan Rusak, Warga Blokir Jalan dari Akses Kendaraan Berat

JALAN RUSAK – Karena jalan rusak parah, warga Tangkil Tengah kesal dan melakukan aksi menutup akses untuk kendaraan berat.
MUHAMMAD HADIYAN

AKSI protes berlanjut. Warga Desa Tangkil Tengah, Kecamatan Kedungwuni, kembali memprotes jalan rusak. Bahkan, warga sempat memblokir jalan dari akses kendaraan berat, Minggu malam (22/7). Aksi ini dilakukan lantaran masyarakat mulai resah dengan kondisi jalan yang rusak parah.

Protes warga juga diisi dengan pemalangan jalur dengan menggunakan papan kayu dan pelepah pisang di sejumlah jalan yang rusak. Warga pun kembali membuka akses setelah rapat antara warga dengan Muspika dan perwakilan dari pemerintah. Mereka mendapat kepastian bahwa pemerintah bakal melakukan perbaikan jalan tersebut.

Salah seorang warga, Arif (31) mengatakan, aksi tersebut dilakukan spontanitas karena kekesalan akibat jalan rusak yang sudah lama tidak diperbaiki. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya kendaraan besar pengangkut tanah proyek yang melintasi jalur tersebut.

“Aksi ini menuntut untuk perbaikan jalan,” kata Arif, kemarin.

Dikatakan, penutupan akses untuk kendaraan berat ini terpaksa dilakukan warga karena kondisi jalan yang memprihatinkan. Selain berlubang, kondisi aspal juga berdebu. Sehingga tidak nyaman dilalui pengguna jalan.

“Kondisi seperti ini sudah setahun lebih. Rusak parah kayak gini. Apalagi dilalui truktruk muatan,” terangnya.

Menurutnya, perbaikan infrastruktur jalan di jalur tersebut cukup vital bagi warga, mengingat jalan tersebut adalah akses alternatif penghubung dua kecamatan (Kedungwuni-Tirto). Sehingga, setiap hari padat dengan kendaraan. “Kalau jalannya baik, ya kita nggak masalah mas. Tapi kondisi jalan sudah rusak, kalau dibiarkan truk-truk melintas, bisa lebih rusak lagi,” tandasnya.

Menanggapi aksi warga, Kepala DPU TARU Kabupaten Pekalongan, Wahyu Kuncoro mengatakan, saat ini perbaikan Jalan Tangkil Tengah sudah dalam proses lelang di ULP. Anggaran Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Jawa Tengah senilai Rp1miliar akan digelontorkan untuk pengerjaan aspal di jalur tersebut.

“Untuk pengaspalan jalan sebenarnya tidak terlalu lama. Hanya saja, proses menuju pembangunan ini memang melewati prosedur yang harus dijalani. Ada satu dan lain hal yang menyebabkan proses ini menjadi panjang. Tapi estimasi kami, akhir Agustus sudah mulai proses pengerjaan. Jadi setelah pemenang lelang ditentukan, maka langsung pelaksanaan,” ungkap Wahyu.

Ia berharap, masyarakat bisa bersabar untuk menunggu proses perbaikan. Pemerintah akan bersungguh-sungguh untuk melakukan pembangunan sesuai harapan masyarakat. Akantetapi, prosesnya harus sesuai prosedur yang ada. (yan)

Penulis: M Hadiyan

Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments