Radar Batang

6 Bulan, Kejari Kota Pekalongan Setor Rp627 Juta ke Kas Negara

6 Bulan, Kejari Kota Pekalongan Setor Rp627 Juta ke Kas Negara

TALI ASIH – Kajari Kota Pekalongan Mahatma Sentanu memberikan tali asih kepada beberapa pensiunan pegawai Kejaksaan maupun mantan anggota Ikatan Adhyaksa Dharma Karini, dalam Resepsi Peringatan HBA ke-58 dan HUT XVIII IAD 2018 di kantor Kejari setempat, Senin (23/7).
WAHYU HIDAYAT

KOTA PEKALONGAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pekalongan selama periode 1 Januari hingga 30 Juni 2018 telah menyetorkan dana sebesar Rp627.042.999 Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) ke kas negara.

Demikian disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Pekalongan, Mahatma Sentanu SH MH, didampingi Kasi Intelijen Suherman SH, dalam keterangan persnya usai acara Resepsi Hari Bhakti Adhyaksa ke-58 dan HUT XVIII Ikatan Adhyaksa Dharma Karini tahun 2018 di Kantor Kejari setempat, Senin (23/7).

Menurut Kajari, dana sebanyak itu berasal dari PNBP Pidana Umum (Pidum) sebesar Rp475.143.000, meliputi denda perkara tilang Rp444.808.000, denda perkara tipiring Rp15.300.000, denda perkara biasa Rp3.500.000, biaya perkara tilang Rp10.049.000, biaya perkara tipiring Rp270.000, biaya perkara biasa Rp149.000, dan uang rampasan Rp1.067.000.

“Selain itu ada PNBP yang berasal dari tindak pidana khusus (pidsus) sebesar Rp151.899.999,” jelas Mahatma Sentanu.
Khusus berkaitan dengan perkara tindak pidana khusus, imbuh Kajari, pihaknya membutuhkan peran serta masyarakat untuk memberikan informasi. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat maupun LSM kalau ada proyek-proyek atau kegiatan di Kota Pekalongan yang ada indikasi penyimpangan untuk datang ke Kejari Kota Pekalongan.

“Tetapi dengan catatan, harus bawa data-data yang akurat. Jangan hanya asal membuat surat satu lembar tapi dia tidak bisa membuktikan semuanya karena Kejaksaan akhirnya tidak bisa menindaklanjuti. Tapi kalau masyarakat atau LSM membawa data yang kuat dan komplit, kami siap menindaklanjuti,” imbaunya.

Sedangkan berkaitan dengan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-58, Kajari berharap ke depannya Kejaksaan lebih mandiri dan profesional dalam penanganan perkara, baik perkara Pidum maupun Pidsus. “Saya juga ingin agar ke depannya Kejaksaan tidak lagi ditakuti oleh masyarakat. Jadi, sekarang kejaksaan sudah berubah paradigmanya, bahwa jaksa sekarang menjadi pelayan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasi Intelijen selaku Ketua Panitia Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-58 dan HUT XVIII Ikatan Adhyaksa Dharma Karini (IAD), Suherman, menjelaskan bahwa Kejari Kota Pekalongan memperingati HBA dan IAD dengan sederhana.

Beberapa kegiatan telah dilakukan, antara lain lomba-lomba yang diikuti kalangan pegawai dan keluarga Kejari setempat, bakti sosial donor darah, anjangsana ke yayasan dan ke pegawai kejaksaan yang sudah purnatugas.

Adapun puncak peringatan HBA ke-58 dan HUT XVIII IAD tahun 2018 ini dilaksanakan dengan menggelar upacara di halaman Kantor Kejari Kota Pekalongan pada Senin (23/7) pagi. “Dilanjutkan dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan di Kota Pekalongan, kemudian disambung dengan menggelar Resepsi peringatan HBA ke-58 dan HUT XVIII IAD tahun 2018 di aula Kantor Kejaksaan Negeri Kota Pekalongan,” ungkapnya. (way)

Penulis: Wahyu Hidayat

Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments