Radar Kajen

7 Desa di Kabupaten Pekalongan Rawan Kekeringan

KAJEN – Musim kemarau yang cukup panas ini membuat tujuh desa di Kabupaten Pekalongan terancam kekeringan. Ribuan warga berpotensi kekurangan air bersih lantaran debit air sumur mulai menyusut.

Hal itu diungkapkan Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan, Bambang Sujatmiko, kemarin. Menurut Bambang, pihaknya telah memetakan beberapa wilayah yang rawan kekeringan di musim kemarau. Di antaranya, Desa Kesesi, Desa Windurojo, Desa Ujungnegoro Kecamatan Kesesi, Desa Pantianom Kecamatan Bojong, Desa Luragung Kecamatan Kandangserang, Desa Pegandon Kecamatan Karangdadap, Desa Rowocacing Kecamatan Kedungwuni, dan Desa Pododadi Kecamatan Karanganyar.

“Meski belum ada laporan kekeringan, namun kita sudah memetakan beberapa desa yang berpotensi kekeringan,” ungkap Bambang.

Meski musim kemarau ini cukup panjang, namun setidaknya di daerah atas masih sering hujan. Sehingga, kondisi kekeringan di Kabupaten Pekalongan belum terlalu parah bila dibanding wilayah lain, seperti di Kabupaten Pemalang dan Wonogiri.

Untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan air bersih, pihaknya telah berkoordinasi dengan PDMA dan istansi terkait untuk melakukan pemdistribusian air ke warga, salah satunya ke Desa Windurojo. Sebab, banyak sumur-sumur warga yang kering di desa tersebut

Bambang Sujatmiko mengatakan, Desa Windurojo memiliki ketinggian sekitar 700 meter diatas permukaan air laut dengan kontur tanah merah dan batuan cadas. “Permasalahan kekeringan memang kerap melanda wilayah Windurojo. Tahun lalu kami membantu merenovasi bangunan di tiga sumber air yang biasanya dimanfaatkan warga saat musim kemarau,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihak BPBD akan sesegera mungkin menindak lanjuti kekeringan yang dialami masyarakat Desa Windurojo. “Meskipun akses jalan terbilang susah karena daerah tinggi dan jalan rusak, namun sesegera mungkin kami akan menuju ke sana,” tuturnya.

Dikatakan, solusi untuk masalah kekeringan di desa tersebut yakni dengan mendalamkan sumur atau membangun sumur bor untuk menembus mata air. “Solusi untuk masalah kekeringan ya dengan sumur bor,” paparnya.

Dietahui kedalaman sumur milik warga Windurojo berkisar di anggka 14-20 meter, dan kini hampir semua sumur warga sudah tidak mengeluarkan air.

“Kedalaman mungkin kurang, karena sumur milik warga yang masih mengeluarkan air dengan kedalaman 25 meter lebih,” tandasnya.

BENCANA KEBAKARAN JUGA MENGANCAM

Selain kekeringan, bencana kebakaran juga mengancam warga di musim kemarau panjang ini. Pemkab Pekalongan, melalui Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pekalongan telah memberikan imbauan kepada masyarakat untuk waspada kebakaran.

Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pekalongan, Edi Widiyanto menyatakan bahwa memasuki musim kemarau ini sudah ada edaran masing – masing daerah untuk mengantisipasi. Namun demikian pihaknya terus bersinergi dengan BPBD, sehingga dapat langsung terjun ke lokasi apabila terjadi bencana kebakaran.

“Kendaraan dan petugas kami tetap standby. Jadi sewaktu-waktu ada kebakaran, langsung menuju lokasi. Untuk armada kita punya 5 kendaraan, di antaranya 2 mobil Damkar kapasitas 5000 liter dan 3 lainnya mobil kecil untuk menjangkau jalan sempit yaitu kapasitas masing masing 500 liter,” terangnya.

Sedangkan untuk titik pengambilan air, lanjut dia, yaitu ada di beberapa tempat seperti di Karanganyar yang memang sumber airnya melimpah. Selain itu juga tempat yang memang mudah dijangkau kendaraan Damkar.

“Sementara untuk armada saat ini masih ditempatkan di Posko Damkar. Sedangkan untuk mempermudah akan ada program mobil Damkar akan distandby kan di wilayah Wiradesa dan Kedungwuni. Karena dua wilayah itu merupakan permukiman padat yang cukup berpotensi dan daerah rawan kebakaran,” lanjutnya.

Dengan standby di lokasi tersebut tambah dia, ketika ada kebakaran maka kendaraan bisa dengan cepat datang ke lokasi, sehingga api bisa dengan cepat dipadamkan.

“Untuk itu dengan memasuki musim kemarau masyarakat diharapkan untuk hati – hati. Jangan mudah membakar sampah secara sembarangan, karena hal tersebut berpotensi menimbulkan kebakaran,” imbaunya. (yan/yon)

Facebook Comments