Radar Batang

Waspada Kekeringan, Debit Air Sungai Mulai Menyusut

BATANG – Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang mulai melakukan pemetaan daerah rawan kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang, Ulul Azmi AP MM, mengatakan, pihaknya telah meninjau kondisi sungai di sejumlah wilayah Kabupaten Batang. Hasilnya, terjadi penurunan debit air sungai.

“Kemarin kami sempat melakukan pengamatan visual di sejumlah sungai, yakni di wilayah Kecamatan Tersono, Bawang dan Wonotunggal. Dari pengamatan tersebut kita simpulkan, bahwa sudah ada tanda masuknya musim kemarau. Karena debit air sungai mulai mengalami penurunan,” kata Ulul.

Namun dikatakan Ulul, sampai dengan saat ini BPBD Kabupaten Batang belum menerima laporan dari masyarakat terkait adanya kekeringan di wilayah setempat.

“Belum ada laporan dari masyarakat, baik kekeringan lahan pertanian maupun kekurangan pasokan air bersih. Oleh karena, Selasa (24/7) esok akan kita kumpulkan seluruh Camat dan instansi terkait, untuk membahas dan memetakan daerah rawan kekeringan,” terangnya.

Karena menurutnya, selama kurun waktu 2 tahun terakhir, Kabupaten Batang tidak pernah dilanda bencana kekeringan. “Bencana kekeringan yang terakhir kali terjadi di Kabupaten Batang pada tahun 2015 silam. Setelahnya sampai sekarang belum pernah terjadi lagi,” bebernya.

Ia menyebutkan, beberapa daerah yang rawan terjadi bencana kekeringan pada tahun 2015 lalu yakni Desa Sukomangli Kecamatan Reban, Desa Keteleng Kecamatan Blado, Desa Wonomerto Kecamatan Bandar dan Desa Kemiri Timur Kecamatan Subah.

“Untuk saat ini persediaan air dan minum di Batang masih cukup. Apabila ditemukan ataupun ada laporan wilayah kekeringan, maka akan kita kirim pasokan air,” katanya.

Ulul mengatakan, hal hal yang bisa terjadi saat kekeringan di Kabupaten Batang ialah persediaan air bersih untuk konsumsi dan mandi cuci kakus (MCK) menipis, lahan lahan sawah mengering dan terjadinya kebakaran lahan hutan.

“Apabila dilapangan sudah terjadi indikasi bencana kekeringan, maka kami akan melakukan asessment ke lokasi kejadian. Kemudian kami akan meminta CSR dari PDAM Batang untuk mengirim pasokan air bersih. Serta mengajukan permohonan pembuatan sumur bor ke Gubernur Jawa Tengah melalui dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah,” terangnya.

PDAM Siap Droping

Musim kemarau membuat debit seluruh sumber mata air mengalami penyusutan. Namun demikian, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Batang menyampaikan komitmennya untuk membantu droping air bersih jika ada daerah yang mengalami kekeringan.

“Air bersih ini kan hak dasar masyarakat, sehingga PDAM siap untuk membantu droping air jika memang ada permintaan dari yang membutuhkan. Sejauh ada permintaan dari instansi terkait seperti Kesra dan BPBD, kita siap memprosesnya segera,” kata Direktur PDAM Batang, Yulianto SH, saat dikonfirmasi via ponsel, Senin (23/7).

Dia mengakui, kondisi musim kemarau seperti sekarang ini pasti berdampak terhadap debit mata air di hulu maupun sungai-sungai. Yuli menaksir, debit air mengalami penyusutan hingga 30% dari kondisi normal.

“Ini terjadi merata di sumber air manapun, debit pasti menyusut. Tetapi sebagai perusahaan daerah yang bergerak dalam pelayanan air bersih, PDAM tentu tak sekadar kejar profit. Kalau ada daerah yang alami kekeringan dan butuh suplai air, pasti kami bantu. Ini janji dan komitmen kami,” tandas pecinta genre musik keroncong itu.

Dijelaskan Yuli, selama ini pihaknya juga intens berkoordinasi dan sinergi dengan Kesra maupun BPBD guna menyikapi potensi kekeringan di setiap musim kemarau. Jika dua instansi itu mengajukan bantuan droping untuk daerah yang membutuhkan, maka PDAM akan langsung memenuhinya.

“Yang jelas, mekanisme dan SOP nya kan sudah ada. Sebagai wujud kesiapan itu, kita menyediakan 4 sampai 8 armada tangki air untuk droping. Hanya saja, yang memutuskan apakah sebuah daerah itu kekeringan atau tidak kan ada instansi yang berwenang. Dalam hal ini mungkin BPBD. Tetapi prinsipnya, kapanpun dibutuhkan PDAM siap,” terangnya.

Kecuali itu, karena kondisi debit air yang tengah menyusut, Yuli berharap masyarakat pelanggan layanan air PDAM bisa memahaminya. “Kami akan berbuat semaksimal mungkin untuk melayani masyarakat. Tetapi kalaupun nanti ada sedikit gangguan terkait pasokan air yang mungkin sesekali tidak lancar, kami mohon pengertiannya mengingat kondisi debit air memang mengalami penyusutan,” pungkasnya. (fel/sef)

Facebook Comments