Radar Kajen

IBC Bantah Pemberitaan Negatif

MUHAMMAD HADIYAN
IBC – Managemen International Batik Center (IBC) Pekalongan membantah terkait pemberitaan di media yang menyatakan tutupnya beberapa kios akibat omzet merugi.

KAJEN – Managemen International Batik Center (IBC) Pekalongan membantah beredarnya berita di Radar Pekalongan, terkait ditutupnya beberapa kios akibat omzet merugi. Beberapa kios yang tutup, bukan berarti lantaran ditinggal pemiliknya, melainkan karena beberapa kios memang belum laku.

Hal itu diungkapkan Manager Operasional Markus Gultom kepada Radar Pekalongan, kemarin. Ia menyatakan, pemberitaan tersebut tidak bisa dibenarkan. Menurutnya, banyak pemilik kios yang masih menjalankan usaha batiknya di IBC.

“Yang tutup itu bukan berarti ditinggal pemiliknya karena merugi. Melainkan karena hal lain, seperti belum ada karyawannya, dan beberapa kios masih kosong karena belum laku,” ungkap Markus.

Senada juga diungkapkan anggota Badan Perwakilan Duta (BPD) IBC Pekalongan, Irsyad. Menurut Irsyad, IBC menjadi salah satu ikon Kabupaten Pekalongan. Sehingga tidak dibenarkan jika banyak kios yang tutup. “Sebagian besar masih buka, dan banyak yang sukses di sini,” ungkapnya.

“Memang ada dampak dari fungsional tol kemarin. Namun hal itu tidak terlalu signifikan membut pengusaha merugi, hingga sampai menutup kiosnya,” tambahnya.

Pihaknya bersama para duta batik lainnya akan berusaha memajukan IBC sebagai ikon Kabupaten Pekalongan yang dikenal sebagai bumi legenda batik nusantara. “Bahkan kalau perlu kita kerjasama dengan Radar Pekalongan, untuk mempromosikan batik yang ada di IBC ini.

Penasehat BPD IBC Pekalongan, H Abdul Aziz menambahkan, jika perlu ada kerjasama antara pihak managemen dengan media, salah satunya Radar Pekalongan, untuk menjalin komunikasi dan promosi produk serta program di IBC Pekalongan.

“Mari kita bangun bareng-bareng batik sebagai warisan budaya, dengan membantu mempromosikan lewat berita-berita baik tentang IBC,” tandasnya. (yan)

Facebook Comments