Radar Batang

Sejumlah Kasus Dugaan Korupsi Diharapkan Bisa Naik Statusnya Menjadi Penyidikan

Dok Istimewa
HUT – Kajari, Bupati dan Wakil Bupati beserta jajaran Forkompinda memperingati Hari Ulang Tahun ke 52 Bhakti Adhiaksa tingkat Kabupaten Batang yang berlangsung di Kantor Kejari setempat, Senin,( 23/7).

BATANG – Hingga saat ini sudah banyak laporan masyarakat terkait kasus dugaan korupsi yang masuk dan sudah ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Batang. Diharapkan kasus-kasus tersebut bisa dinaikan statusnya menjadi penyidikan apabila sudah ditemukan dua alat bukti yang cukup.

“Mudah-mudahan kami dapat menemukan dua alat bukti permulaan, sehingga perkara yang dilaporkan bisa ditingkatkan statusnya menjadi penyidikan. Kami punya cara dan strategi karena kami lihat ada nuansa pidana, tapi belum bisa saya sebutkan,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Nova Elisa Saragih saat menjawab pertanyaan wartawan disela-sela Peringatan Hari Ulang Tahun ke 52 Bhakti Adhiaksa tingkat Kabupaten Batang yang berlangsung di Kantor Kejari setempat, Senin,( 23/7).

Kajari mengungkapkan, pihaknya selama ini telah melakukan punyuluhan untuk pencegahan tindak pidana korupsi. Hal itu dilakuka tidak hanya di lembaga atau institusi pemerintah daerah, tapi juga turun kebawah hingga tingkat desa.

“Kami sudah melakukan MoU dengan jajaran OPD, BUMD dan pemerintah desa yang bertujuan untuk mengenalkan hukum, dan sanksi hukum bagi pejabat pemerintah yang melawan hukum. Selain itu juga agar bisa mengerti hukum,” jelas Nova Elisa Saragih.

Tidak hanya itu, lanjutnya, Kejaksaan juga melakukan pendekatan sosial. Hal itu dilakukan bukan untuk memisahakan tugas selaku aparat penegak hukum, tapi pendekatan sosial dirasakan manfaatnya lebih maksimal, karena penegakan hukum berlaku untuk semua tingkatan pemerintahan.

Sementara itu, Bupati Batang, Wihaji dalam sambutannya mengatakan, ada yang menarik di Kejaksan Negeri Batang dalam penegakan hukum. Pasalnya ada nilai – nilai humanis dan sosial dalam pelaksanaan penegakan hukum yang tanpa mengurangi ketegasannya.

“Saya sangat apresiasi kegiatan Kejari yang biasanya dilakukan kegiatannya dalam penegakan hukum, tapi kali ini dilakukan lebih mendekatkan kepada masyarakat dengan kegiatan sosial yaitu penanaman mangrove dan pengobatan gratis,” Kata Wihaji.

“Sinergitas Kejari Batang dengan Institusi dan lembaga harus terus berjalan, agar tercipta kondusifitas di lingkungan Kabupaten Batang. Dengan begitu pembangunan dan kejahteraan dapat tercipta lebih baik lagi, tanpa ada permasalahan hukum,” tandas Wihaji. (don)

Facebook Comments