Radar Kajen

Ini Solusi dari BPBD untuk Atasi Kekeringan di Desa Windurojo

Ini Solusi dari BPBD untuk Atasi Kekeringan di Desa Windurojo

AIR BERSIH – Musim kemarau 550 KK di Desa Windurojo, Kesesi, kesulitan mencari air bersih.
DOK

KAJEN – Musim kemarau yang terlampau panas membuat 550 KK di Desa Windurojo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan dilanda kekeringan. Akibatnya ratusan KK ini mengalami krisis air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Penanganan kelangkaan air bersih ini langsung dilakukan BPBD Kabupaten Pekalongan dengan berkoordinasi bersama PDAM dan istansi terkait untuk melakukan pemdistribusian air ke warga Windurojo.

Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan, Bambang Sujatmiko, saat dikonfirmasi mengungkapkan, Desa Windurojo memiliki ketinggian sekitar 700 meter diatas permukaan air laut dengan kontur tanah merah dan batuan cadas.

“Permasalahan kekeringan memang kerap melanda wilayah Windurojo. Tahun lalu kami membantu merenovasi bangunan di tiga sumber air yang biasanya dimanfaatkan warga saat musim kemarau,” jelasnya, kemarin.

Ia menambahkan, pihak BPBD akan sesegera mungkin menindak lanjuti kekeringan yang dialami masyarakat Desa Windurojo.

“Meskipun akses jalan terbilang susah karena daerah tinggi dan jalan rusak, namun sesegera mungkin kami akan menuju ke sana,” tuturnya.

Dikatakan, solusi untuk masalah kekeringan di desa tersebut yakni dengan mendalamkan sumur atau membangun sumur bor untuk menembus mata air. “Solusi untuk masalah kekeringan ya dengan sumur bor,” paparnya.

Dietahui kedalaman sumur milik warga Windurojo berkisar di anggka 14-20 meter, dan kini hampir semua sumur warga sudah tidak mengeluarkan air.

“Kedalaman mungkin kurang, karena sumur milik warga yang masih mengeluarkan air dengan kedalaman 25 meter lebih,” tandasnya.

Seperti diketahui, musim kemarau, warga Desa Windurojo, Kecamatan Kesesi, selalu kesulitan air bersih. Kekeringan menjadi langganan. Sumur-sumur di desa tersebut lebih cepat mengering dari daerah lain. Tak heran jika daerah ini selalu kesulitan air pada musim kemarau. Bahkan untuk mandi dan mencuci, warga rela mengantri berjam jam.

Hal itu dibenarkan Kepala Desa Windurojo, Kecamatan Kesesi, Hermani. Ia menyatakan bahwa di setiap musim kemarau desanya memang langganan kesulitan karena sumur-sumur banyak yang mengering. Terutama di Dukuh Serang yang jumlah rumah mencapai 550 rumah.

Menurutnya, sumur sumur penduduk di desa itu antara 14 meter hingga 25 meter. Saat musim kemarau hanya bisa dengan kedalaman lebih dari 20 meter saja yang airnya masih keluar.

“Untuk mandi dan mencuci, mata air tiga blok, sumur sogo salakan, dan blok sawah sumar. Keluarga ketiga ini jaraknya sekitar 1 km dari kampung, “terang Hermani saat ditemui di balaidesa.

Sedang untuk memasak dan air minum, sebagian warga yang mampu membeli dengan air isi ulang.

“Saya juga mandinya di bawah sana di blok tegangan. Warga sebelum Subuh sudah antre untuk mandi atau ngangsu udara. Kalau sakit, antrean orang mandi bisa sampai pukul 21.00 WIB, “katanya. (yan)

Penulis: Muhammad Hadiyan | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments