Radar Kendal

Waduh, Diduga Gara-gara Dump Truk Jalan Antar Desa Ini Rusak Parah

Waduh, Diduga Gara-gara Dump Truk Jalan Antar Desa Ini Rusak Parah

MEMBAHAYAKAN – Kondisi ruas jalan Margosari-Medini yang rusak parah membahayakan para pengguna jalan.
NUR KHOLID MS

KENDAL- Akses jalan yang menghubungkan Desa Margosari dengan Desa Medini, Kecamatan Limbangan, dalam kondisi rusak parah, sehingga dikeluhan warga. Kondisi badan jalan berbahan aspal juga sudah hancur dan berlubang, sehingga tidak sedikit pengguna jalan yang terjatuh di ruas tersebut.

Menurut Slamet Susilo, warga Dukuh Gempol, Desa Ngresepbalong, Kecamatan Limbangan, kerusakan jalan sudah berlangsung lama. Namun dari pihak pemerintah belum juga memperbaikinya.

“Empat tahun lalu jalan ini sudah rusak dan belum pernah diperbaiki,” kata dia, Kamis (19/7).

Ruas jalan selebar 6 meter itu mengalami kerusakan merata sepanjang 5 kilometer. Akibatnya, mobilitas warga pun menjadi terganggu. Sedianya, ruas Margosari-Medini cukup ditempuh paling lama 10 menit, tetapi karena rusaknya badan jalan, warga butuh waktu hingga setengah jam untuk melintasi jalan tersebut.

Jalan sedianya bisa ditempuh paling lama 10 menit dengan kondisi jalan mulus. Tapi karen aspal yang hancur dan mengelupas, butuh waktu 20-30 menit untuk melintas jalan tersebut.

“Aspalnya sudah hancur dan mengelupas, sehingga Lewat jalan ini harus hati-hati kalau tak mau terjatuh. Banyak warga sini yang terjatuh, terutama musim hujan. Batu-batu jalan licin dan lubang jalan tertutup air,” terang Slamet.

Karena tak kunjung diperbaiki, warga setempat bahkan sempat memperbaiki kerusakan jalan secara swadaya. Perbaikan sementara itu hanya mengandalkan urugan pasir dan batu, menutup badan jalan yang berlubang.

“Sayangnya, itu tak bertahan lama. Sebab, ruas ini juga sering dilintasi dump truck yang membawa material galian C,” imbuh Slamet.

Warga lainnya, Imam, menambahkan, kerusakan memang dipicu oleh aktivitas dump truck yang memuat tonase berlebih. Selain itu, kecuraman jalan karena berada di bawah lereng Medini sehingga jalan menanjak tinggi.

“Jalannya curam, jadi saat dilintasi truk dengan tonase berlebih aspal langsung pecah. Ditambah lagi curah hujan tinggi saat musim hujan mengakibatkan aspal hanyut digerus air, sehingga jalan menjadi berlubang,” kata dia.

Ditambahkan Imam, jalan tersebut menjadi satu-satunya akses mobilitas warga. Baik menuju Boja, Kendal maupun yang ingin ke Cangkiran, Mijen Kota Semarang, mereka harus melintasi ruas tersebut.

“Jalan alternatif lain ada, yaitu melalui jalan Gunungsari-Gonoharjo. Tapi harus memutar lebih jauh lagi. Warga berharap jalan rusak ini bisa segera diperbaiki,” pungkas dia. (nur)

Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments