Features

Miris, Janda 130 Tahun dan 3 Anaknya yang Juga Janda Ini Hidup Kekurangan

Hingga kini banyak masyarakat yang masih membutuhkan bantuan dari pemerintah daerah maupun dari dermawan. Hal itu karena kondisinya sangat memprihatinkan. Seperti yang dialami keluarga janda di Desa/Kecamatan Tarub. LAPORAN: YERI NOVEL

(yer) - LAPORAN, Keluarga Janda

KELUARGA JANDA – Kepala Desa Tarub Basar Setiawan bersama anggota Polsek Tarub mengunjungi rumah keluarga janda di RT 5 RW 4, Selasa (17/7).
YERI NOVEL/RADAR SLAWI

JANDA yang sudah berusia 130 tahun ini bernama Rukiyah. Dia tinggal di RT 05 RW 04 Desa Tarub, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal. Di rumah mungil itu, Rukiyah tidak sendiri. Dia ditemani tiga anaknya yang juga janda.

Usia ketiga anaknya itu sudah tua, yakni di atas 70 tahun. Mereka yakni, Tisah, Tasirah, dan Daniyah. Sehari-hari, keluarga janda ini tidak bisa beraktivitas mencari nafkah. Mereka bisa bertahan hidup hanya dengan mengandalkan bantuan dari orang lain.

Rukiyah hanya bisa berbaring lemah di atas ranjang kayu tanpa kasur. Dia dirawat bergantian oleh ketiga anaknya yang sudah tidak memiliki suami dan anak. Rumah yang ditempatinya itu jauh dari kata layak. Masih beralaskan tanah. Dinding rumah terbuat dari anyaman bambu dan sebagian sudah ditembok.

Hanya ada dua kamar tidur di dalam rumah itu. Luasnya sekitar 24 meter persegi. Sejumlah perkakas rumah tangga tampak tidak terurus. Pakaian juga terlihat menumpuk di sudut-sudut rumah. Rumah itu tidak ada ventilasinya. Praktis, tak ada cahaya matahari yang masuk.

Dainah, anak termuda Rukiyah mengaku setiap hari merawat ibunya secara bergantian dengan kedua kakaknya. “Kedua kakak saya sudah tidak bisa melihat (rabun),” kata Dainah, dalam bahasa Jawa, saat ditemui di rumahnya, Selasa lalu (17/7).

Salah satu menantu Rukiyah, Bukheri menuturkan, mertua dan tiga anaknya sudah tinggal satu rumah selama puluhan tahun. Dulu, mereka berprofesi sebagai buruh tani. Namun karena sudah lanjut usia, sehingga tidak bisa bekerja. “(Tiga anak Rukiyah) Sudah tidak memiliki suami, anak juga tidak punya,” kata Bukheri yang merupakan suami dari salah satu anak Rukiyah yang lain dan tinggal terpisah.

Rukiyah memiliki 8 anak. Tiga di antaranya tinggal bersama karena tidak memiliki keluarga lagi. Sementara lima lainnya ada yang sudah meninggal, dan ada yang sudah tinggal terpisah. “Rukiyah dari informasi warga usianya sudah 130-an tahun. Yang seumur dengannya sudah meninggal semua. Kalau tiga anaknya yang tinggal serumah usianya di atas 70 tahun. Janda semua,” kata Kepala Desa Tarub Basar Setiawan.

Untuk makan sehari-hari, Rukiyah dan anak-anaknya hanya mengandalkan bantuan seadanya dari para tetangga atau kemurahan hati dermawan. “Bantuannya ya temporer, tidak setiap hari,” ucapnya.

Rukiyah dan ketiga anaknya sebelumnya selalu mendapat bantuan beras untuk warga miskin atau biasa disebut raskin. Namun bantuan itu sudah tidak lagi mereka terima, setelah ada perubahan nama dan penyaluran menjadi bantuan pangan nontunai.

“Kami dari pemerintah desa sudah memasukan nama mereka sebagai penerima bantuan raskin dan selalu dapat. Namun setelah ada perubahan program raskin menjadi bantuan nontunai, tidak tahu kenapa mereka tidak termasuk penerima dalam daftar dari dinas sosial,” jelasnya.

Pada 2015 silam, rumah Rukiyah memperoleh bantuan rehabilitasi rumah. Tapi nominalnya kecil. Sehingga hanya sebagian kecil yang diperbaiki. “Dulu bantuannya dari provinsi,” ungkap Basar. (*/fat)

Facebook Comments