Metro Pekalongan

Pindah Partai, Anggota Dewan akan di PAW

KETUA DPC PARTAI DEMOKRAT KOTA PEKALONGAN ASRAR SE

KOTA PEKALONGAN – DPC Partai Demokrat Kota Pekalongan, akan melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap anggota DPRD dari Partai Demokrat, Arya Bima. PAW dilakukan karena Arya Bima berpindah ke partai lain saat maju sebagai bacaleg dalam Pemilu Legislatif tahun 2019.

Rencana PAW tersebut, diungkapkan oleh Ketua DPC Partai Demokrat Kota Pekalongan, Asrar SE. Ia menyatakan, PAW dilakukan karena Arya Bima pindah ke partai lain. Artinya, yang bersangkutan tidak lagi mewakili Partai Demokrat di DPRD Kota Pekalongan. “PAW akan dilakukan dalam waktu dekat dengan caleg lain yang memiliki suara dibawahnya pada Pileg 2014,” tuturnya.

Asrar belum dapat memastikan kapan PAW akan dilakukan. Yang jelas, rencana tersebut sudah masuk dalam agenda partai. Karena Arya Bima juga telah mengajukan pengunduran diri dari Partai Demokrat. “Sudah pasti namun kami akan terlebih dulu melakukan persiapan karena proses PAW ini panjang. Akhir-akhir ini kami juga tengah disibukkan untuk menyiapkan proses pencalonan bacaleg dari Partai Demokrat,” tambahnya.

Seperti diketahui, Arya Bima merupakan satu-satunya perwakilan dari Partai Demokrat yang duduk di kursi DPRD Kota Pekalongan. Ia yang maju pada Pileg 2014 dari Dapil 2 Pekalongan Utara, berhasil melenggang menjadi satu-satunya caleg terpilih dari partai berlambang segitiga mercy tersebut.

Sementara dalam pendaftaran bacaleg untuk Pileg 2019, Partai Demokrat mendaftarkan jumlah bacaleg sesuai jumlah maksimal kursi yakni 35 orang. Partai Demokrat mendaftarkan bacaleg ke KPU pada Selasa (17/7). Dipimpin oleh Asrar, rombongan bacaleg hadir ke KPU pada pukul 16.30 dan menjadi parpol ke sembilan yang mendaftarkan bacaleg ke KPU.

Mengenai target dalam Pileg 2019, Asrar menyatakan bahwa Partai Demokrat mengincar enam kursi. Partai sudah melakukan konsolidasi untuk menyusun strategi pemenangan sehingga dapat mencapai target tersebut.(nul)

Penulis: M Ainul Atho | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments