Radar Batang

Cetak 1000 Wirausaha Baru, Ini yang Dilakukan Disperindagkop dan UKM

Pelatihan Kewirausahaan

SAMBUTAN – Wakil Bupati Batang Suyono berkesempatan membuka kegiatan pelatihan wirausaha di Gedung Pramuka Batang, Selasa (17/7).
M DHIA THUFAIL

BATANG – Guna mewujudkan program visi misi Pemkab Batang untuk menciptakan 1000 wirausaha baru, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Batang akan rutin menggelar pelatihan wirausaha bagi para pelaku usaha.

Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten Batang, Isnanto SE M Si, mengatakan, kegiatan pelatihan kewirausahaan diselenggarakan untuk menambah wawasan maupun pengetahuan para pelaku usaha di Kabupaten Batang.

“Pelatihan ini sudah kita laksanakan sebanyak dua kali dan masih ada enam kali pelatihan lagi. Di mana setiap pelatihan diikuti oleh 40 orang, dengan peserta yang berbeda beda,” ujar dia, usai pembukaan pelatihan manajerial bagi pelaku usaha di Gedung Pramuka Batang, Selasa (17/7).

Para peserta, kata Isnanto, akan mendapat pelatihan dari praktisi dan akademisi. Harapannya, antara praktik dan teori akan sama untuk melakukan inovasi dan kreatif agar memberikan nilai tambah ekonomi dalam berwirausaha.

“Menjadi wirausaha harus memiliki semangat tinggi, masalah biaya dan permodalan jangan dijadikan alasan,” katanya.

Sebab, kata Isnanto, Pemkab Batang akan memberikan perhatian lebih bagi para pelaku usaha yang menemui masalah. Seperti dengan menyiapkan berbagai bantuan alat atau mesin maupun permodalan.

“Untuk menciptakan 1000 wirausaha baru dalam kurun waktu 2017 – 2022, di tahun ini kita telah memberikan pelatihan kepada 300 orang yang terus mendapatkan pengawalan dan bimbingan dari Pemkab agar usahanya berjalan lancar dan maraih sukses,” bebernya.

Sementara itu, Wakil Bupati Batang Suyono yang membuka kegiatan tersebut mengatakan, untuk mencapai sukses wirausahawan harus mimiliki keuletan dan ketekunan. Karena untuk menuju proses dalam berwirausaha harus ada kerja keras, keyakinan atau kepercayaan diri dalam mengembangkan usaha untuk pantang menyerah dalam mengahadapi tantangan.

“Di zaman globalisai ini, perubahan dunia cepat sekali, maka jangan pernah pesimis tapi optimis untuk melakukan perubahan dengan kreatif dan inofatif dalam berwirausaha sesuai perkembangan zaman,” kata Suyono.

Lebih lanjut Ia mengatakan, kalau mau belajar sukses jangan takut hidup susah dan jangan merasa susah. Karena untuk mencapainya butuh proses untuk bekerja keras, kerja cerdas sesuai dengan kemampuan serta diperbanyak mencari referensi untuk kajian dalam menentukan sebuah usaha agar diterima masyarakat.

“Sulitnya persaingan menjadi pengalaman kita merubah taktis dan strategi kita dalam menjalankan sebuah usaha. Titik yang paling akhir dalam usaha harus disertai doa,” kata Suyono. (fel)

Facebook Comments