Metro Pekalongan

Overload, Tapi Tak Kuasa Tolak Siswa

SD Poncol 2

DENGAR – Para siswa SD Poncol 2 sedang mendengarkan arahan dari guru pada orientasi siswa baru di ruang kelas.
MALEKHA

KOTA PEKALONGAN – SD Negeri Poncol 2 mengalami overload siswa pada tahun ajaran 2018/2019. Banyaknya peminat yang datang dari masyarakat sekitar sekolah membuat SD Poncol 2 tidak bisa menolak siswa yang mendaftar.

Demikian disampaikan Kepala SDN Poncol 2, Walinah, kepada Radar Pekalongan di ruang kerjanya, Selasa (17/7). “Kami tahun ini memang menerima banyak siswa, ada sekitar 98 siswa yang kami bagi menjadi 3 kelas. Jadi masing-masing rombel ada yang berisi 33 dan 32 anak,” ungkap Walinah.

Ia merasa tidak mampu menolak. Karena yang mendaftar adalah masyarakat sekitar sekolah yang memang membutuhkan perhatian. Jadi ia lebih memilih untuk menerimanya dibandingkan mengambil resiko anak-anak tidak bersekolah.

“Kalau bicara ideal, idealnya sesuai arahan dinas ya. Ada sekitar 28 siswa per rombelnya agar lebih intensif. Namun kami ini kan kelas gemuk, semoga juga bisa menjadi lebih baik,” ujarnya.

Jumlah ini menurutnya terlalu gemuk untuk proses pembelajaran, namun ia mengaku membiarkannya karena pasti akan terseleksi oleh alam. “Untuk kelas 1 ini biasanya memang tidak pernah utuh ya, dalam artian masuk 33 siswa dan keluar juga 33 siswa. Dijalan pasti nantinya ada saja yang keluar, jadi kami biarkan sembari menerapkan formula yang pas bagi para siswa,” imbuh Walinah.

Kemudian, melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah pihak sekolah sembari menyiapkan formula yang tepat dengan melihat masing-masing karakter siswa ditiap kelas.

“MPLS SD ini kami memang lebih menitik beratkan pada pengenalan ya, karena namanya juga perkenalan, mulai dari guru kenal siswa dan sebaliknya, fasilitas-fasilitas yang terdapat di sekolah serta siapa saja yang terlibat dalam aktivitas belajar mengajar,” terangnya.

Dengan pengenalan sejak awal, ia berharap bisa memberikan formula yang pas untuk membangun karakter peserta didik sejak dini. Karena pembentukan karakter sejak awal lebih utama sebagai pondasi yang kokoh.

“Tentu saja kami ingin, sekolah kami bisa melahirkan generasi-generasi yang berkualitas serta mencetak generasi emas masa depan,” pungkas Walinah. (mal)

Facebook Comments