Metro Pekalongan

Pasca Terjadinya Teror Bom di Surabaya, 194 Teroris Telah Ditangkap

Sambutan Tito Karnavian

SAMBUTAN – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian sedang memberikan sambutan di Gedung Kanzus Sholawat, pada kunjungannya ke kediaman Habib Luthfi bin Yahya, Kota Pekalongan, dalam rangka HUT ke-72 Bhayangkara, Selasa (17/7).
WAHYU HIDAYAT

Polisi terus melakukan pengungkapan kasus teroris paska kejadian teror bom yang terjadi di Surabaya pada bulan Mei 2018 lalu. Apa yang sudah dihasilkan? Wahyu Hidaya, Kota

Luar biasa. Pasca teror bom di Surabaya, Polri sudah menangkap 194 orang terduga teroris. Hal itu dibenarkan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

“Plus yang di Yogyakarta dan Indramayu. Sedangkan yang tertembak kurang lebih 20 orang, meninggal dunia,” kata Kapolri, dalam kunjungannya ke kediaman Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya di Gedung Kanzus Sholawat, Kota Pekalongan, dalam rangka HUT Bhayangkara ke-72 dengan tema meningkatkan sinergitas TNI-Polri-Ulama, Selasa (17/7) siang.

Tito menuturkan, saat ini pihaknya terus memburu para terduga teroris lainnya dan pihak-pihak yang akan melakukan terorisme. Dia telah memerintahkan jajarannya untuk terus menumpas pelaku teror karena mereka (pelaku teror) sudah membuat kesalahan dengan melakukan serangan yang sudah melintasi batas hukum.

Dia mengungkapkan, penangkapan terduga pelaku teror di Yogyakarta dan Indramayu merupakan inisiatif dari petugas yang mengejar mereka (terduga teroris).

Seperti yang berulangkali telah ia sampaikan, imbuh Kapolri, bahwa Polri belum bisa berbuat banyak untuk menumpas jaringan terorisme karena terganjal Undang-Undang anti terorisme yang lama. Sebab, di UU yang lama, Polri belum bisa bertindak manakala ada jaringan teroris yang berkumpul, berbisik-bisik, dan menyebarkan ideologi terorisme. “Kami tidak bisa berbuat banyak karena ini demokrasi. Kami hanya bisa memantau dan mengawasi. Tapi kalau mereka akan merencanakan aksi kekerasan, aksi pidana, atau sudah melaksanakan, baru kami bisa bertindak,” ungkapnya.

Kapolri pun menerangkan bahwa aksi teror bom yang terjadi di Surabaya beberapa waktu di satu sisi merupakan tragedi, dan bagi jaringan teroris mugkin merupakan sebuah kesuksesan.

“Tetapi bagi kita, itu adalah kesalahan besar mereka (teroris). Dengan mereka telah berbuat pidana, menjadi pintu gerbang bagi Polri untuk masuk melakukan penegakan hukum. Tadinya tidak bisa. Saya sudah instruksikan jajaran untuk masuk mengejar semua yang terlibat,” imbuh Kapolri. (way)

Facebook Comments