Metro Pekalongan

Pilkada dan Arus Mudik Berjalan Lancar, Begini Kata Kapolri

Tito Karnavian dan Habib Luthfi

SILATURAHMI – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan jajarannya saat bersilaturahmi dengan Habib Luthfi, tokoh agama, dan jajaran TNI Polri se-Jawa Tengah di Gedung Kanzus Sholawat, Kota Pekalongan, Selasa (17/7).
WAHYU HIDAYAT

KOTA PEKALONGAN – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian melakukan kunjungan ke Kota Pekalongan untuk bersilaturahmi dengan Rais Aam Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mutabaroh An Nahdliyyah (Jatman), Habib M Luthfi bin Ali bin Yahya dan kalangan ulama di Pekalongan dan Jawa Tengah, Selasa (17/7).

Kunjungan tersebut atas undangan Habib Luthfi dalam rangka memperingati HUT ke-72 Bhayangkara tahun 2018, dengan tujuan untuk meningkatkan sinergitas Polri, TNI, dan Ulama.

Hadir mendampingi Kapolri, antara lain Karo Penmas Div Humas Mabes Polri Brigjen Pol M Iqbal, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, para Kapolres se-jajaran Polda Jateng, Dandrem dan Dandim se-Jawa Tengah, Walikota Pekalongan HM Saelany Machfudz, Bupati Pekalongan H Asip Kholbihi, serta pengurus MUI dan FKUB Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Kapolri mengapresiasi masyarakat Jawa Tengah dan jajaran Polri-TNI serta seluruh elemen karena Pilkada telah berjalan aman, damai, dan lancar, jauh dari segala gejolak. “Jawa Tengah patut menjadi contoh bagi daerah-daerah lain,” ungkapnya.

Apresiasi juga diberikan karena pelaksanaan arus mudik maupun arus balik lebaran 2018 berjalan lancar. Ini karena keras jajaran Polri, TNI, dan Pemda, dan seluruh elemen masyarakat, termasuk para ulama dan tokoh agama.

“Alhamdulillah Jateng baim hari raya, Operasi Ketupat, Ramadan, Pilkada, semuanya aman. Ini Jateng betul-betul adem ayem dan bisa jadi contoh daerah lain bahwa Pilkada tidak berarti menakutkan, tetapi sebagai pesta demokrasi. Sekarang sudah selesai, mari berikan kesempatan kepada pemimpin terpilih, siapapun juga, yang akan bekerja untuk kita,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Kapolri menyampaikan kedatangannya itu dalam rangka memenuhi undangan Habib Luthfi. Dia menceritakan, sebelumnya, pada peringatan HUT ke-72 Bhayangkara, Habib Luthfi datang memenuhi undangannya.

Kemudian, Habib Luthfi bertanya kepadanya apakah peringatan HUT Bhayangkara hanya dikerjakan polisi atau monopoli polisi semata, ataukah boleh dilaksanakan masyarakat.

“Saya jawab, monggo, silakan masyarakat juga boleh. Lalu Beliau (Habib Luthfi) mengatakan akan mengadakan peringatan HUT Bhayangkara. Tapi Kapolri harus hadir. Karena yang mengundang Abah (Habib Luthfi), maka saya menganggap itu bukan permintaan, tapi perintah. Alhamdulillah saat ini terealisasi,” ungkapnya.

Jenderal Tito menyatakan bahwa acara tersebut menunjukkan kecintaan rakyat terhadap Polri. “Karena Polri adalah milik rakyat,” imbuhnya.

Sementara, Habib Luthfi menyampaikan bahwa sinergitas antara ulama, Polri, TNI, para tokoh agama, merupakan suatu kekuatan Indonesia yang tidak bisa ditawar lagi. Dirinya ikut “nyengkuyung” dan “mangayubagyo” HUT Polri, maupun HUT TNI, tak lain karena Polri dan TNI bukanlah milik Polri dan TNI semata, melainkan milik bangsa Indonesia.

“Maka dari itu sudah sepantasnya kalau kita ikut nyengkuyung. Polri dan TNI adalah anak bangsa Indonesia, dan barang siapa mengusik TNI Polri, maka telah mengusik bapaknya, yaitu bangsa Indonesia,” tegas Habib Luthfi. (way)

Facebook Comments