Radar Jateng

Sabar, Masa Tunggu Haji Warga Jateng Bertambah Jadi 21 Tahun

Ilustrasi (Dok JawaPos.com)

SEMARANG – Warga Jawa Tengah yang ingin melakukan ibadah haji dan belum mendaftar nampaknya harus banyak bersabar. Pasalnya, mereka yang melakukan pendaftaran hari ini saja baru bisa diberangkatkan 21 tahun mendatang.

Kepala Kanwil Kementrian Agama Provinsi Jawa Tengah, Farhani menungkap, lamanya pemberangkatan dikarenakan banyaknya jumlah antrean. Yang hingga hari ini, menurutnya, sudah mencapai 634.086 orang.

“Antusiasme masyarakat untuk beribadah ke tanah suci menjadi penyebab semakin lamanya masa tunggu haji,” ujar Farhani, Selasa (17/7). Padahal, ia menyebut pada April masa tunggu masih 20 tahun. Baru memasuki Juli, bertambah satu tahun.

Farhani mengungkap, bahwa kuota di Jawa Tengah sangat besar. Hanya saja masih belum mencukupi antusiasme masyarakat yang ingin terbang ke Tanah Suci. Hingga bulan April lalu, lanjutnya, ada sebanyak sekitar 613 ribu jemaah haji yang mengantre.

Dikatakannya, setiap tahun di Jawa Tengah disediakan kuota haji untuk 30.457 jamaah. Digabung dengan Daerah Istimewa Jogjakarta sebanyak 3.337. “Totalnya ada 95 kloter,” sambungnya.

Lebih jauh, Farhani mengungkap ada sedikit kenaikan tarif pada biaya pemberangkatN haji pada tahun 2018 ini. Hal ini terjadi lantaran menyesuaikan naiknya tarif avtur dan nilai tukar rupiah.

Farhani memaparkan, untuk yang berangkat dari embarkasi Solo kini menjadi Rp 35.933.275. “Kenaikannya sekitar Rp 400 ribu dan tahun-tahun berikutnya mengikuti,” tandasnya (gul/JPC)

Facebook Comments