Radar Batang

Miris, Tubuh Wanita Hamil Ini Terbakar Saat Ikuti Pelatihan

Korban Kebakaran

M DHIA THUFAIL
MENJENGUK – Bupati Batang Wihaji didampingi para staf secara khusus menjenguk Nur Kholida (37) korban kebakaran.

BATANG – Kejadian mengenaskan menimpa seorang perempuan bernama Nur Maulida (37), warga Desa Kalipucang Wetan, Kecamatan/ Kabupaten Batang. Korban mengalami luka bakar akibat tersambar api dari kompor saat ikut pelatihan membatik pada Rabu (11/7) silam.

Sekujur tubuh Nur yang saat itu tengah mengandung anak 5 bulan akhirnya dipenuhi luka bakar cukup serius. Oleh karenanya, saat ini ia hanya bisa berbaring lemas dan mendapatkan perawatan intensif di RSUD Kalisari Batang.

Dari informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, peristiwa kebakaran itu terjadi saat berlangsungnya kegiatan Workshop yang diadakan oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Batang untuk komunitas pembatik Rifaiyah pada, Rabu (11/7).

Kejadian bermula dari arah tungku kayu bakar, yang digunakan untuk proses pelorodan. Para peserta mencoba untuk menghidupkan api untuk membakar sempurna kayu bakar, namun berkali kali tidak bisa.

Akhirnya, satu di antara peserta mengambil inisiatif untuk menghidupkan kayu bakar tersebut dengan cara menyiramkan minyak tanah ke dalam tungku. Namun seketika api berkobar besar, sehingga membuat kepanikan.

Naas, api dengan cepat mengobar dan bergerak langsung menyambar Nur Maulida yang saat itu berada di dekat tungku pembakaran. Melihat tubuh Nur yang tengah dilalap si jago merah, peserta lain mencoba untuk memadamkannya.

Setelah padam, tubuh Nur langsung dibawa ke RSUD Kalisari Batang. Istri dari Abdul Kholik itu harus merasakan luka bakar yang cukup serius, hampir seluruh wajah dan sebagian tubuh hingga kaki.

Musibah yang menimpa Nur Maulida tersebut langsung menjadi perhatian orang nomor satu di Kabupaten Batang, yakni Bupati Wihaji. Ia bersama staf, Sabtu (14/7) menjenguk Nur Maulida di RSUD Kalisari Batang.

Kedatangannya tersebut untuk memberikan semangat serta perhatian kepada pasien agar Nur Maulida tabah dalam menghadapi musibah tersebut. Wihaji juga menyempatkan diri untuk berkomunikasi dan mendengarkan cerita kronologi dari korban saat musibah terjadi kebakaran.

Ia mengatakan Nur Maulidah ini merupakan peserta program wirausaha baru, yang tentu harus diperhatikan karena bagian dari visi misi kita menciptakan seribu wirausaha baru.

“Musibah itu tentu menjadi perhatian pemerintah daerah dan problemnya selain pasien tersebut merupakan orang kurang mampu, maka atas nama pemerintah hadir untuk membantu semampu kita,” ujarnya.

Wihaji juga memerintahkan kepada Dinas terkait untuk bisa menjenguk dan memberikan kepastian layanan. Terlebih pihak rumah sakit yang harus memberikan pelayanan terbaik dan perhatiannya. (fel)

Penulis: M Dhia Thufail | Radar Pekalongan
Redaktur: Doni Widyo

Facebook Comments