Radar Kajen

Waduh, Banyak Guru Kehilangan Jam Ajar

KAJEN – Penerapan kurikulum 2013 (kurtilas) revisi di semua jenjang pendidikan, ternyata memberikan dampak pada jam ajar guru. Kurikulum 2013 atau K-13 ini membuat para guru kesenian SMK negeri di Kabupaten Pekalongan kehilangan jam mengajar. Hal ini dikarenakan adanya pengurangan mapel kesenian untuk kelas 11 dan 12.

Salah seorang guru kesenian di sebuah SMK di Kota Santri, yang namanya enggan disebut di koran, mengaku, dirinya kehilangan jam mengajar, karena penerapan kurtilas versi revisi ini. Bahkan, ia terancam kehilangan pekerjaannya sebagai pendidik di SMK, lantaran tak mendapatkan porsi mengajar sama sekali.

“Dulu kan kelas 10, 11, dan 12 ada mapel kesenian. Sekarang mapel itu ditiadakan untuk kelas 11 dan 12. Sehingga hanya ada di kelas 10 saja,” terang dia, kemarin.

“Sehingga tahun ini saya tidak dapat porsi mengajar,” tandasnya.

Sementara, Ketua MGMP Kesenian SMK Kabupaten Pekalongan, Eva Dwi Puji menuturkan, penerapan kurtilas revisi ini memang ada perubahan jam mapel kesenian, bila dibanding kurikulum KTSP.

“Di KTSP, mapel kesenian setiap kelas ada jadwal 2 jam untuk satu kali tatap muka per kelas, baik kelas 10, 11, maupun 12. Sedangkan K-13, 3 jam untuk satu kali tatap muka, hanya kelas 10,” ujar Eva.

Akibatnya, banyak guru yang kehilangan jam ajar. Padahal, guru PNS maupun GTT provinsi harus memenuhi porsi mengajar minimal 30 jam per minggu. “Sehingga untuk memenuhi minimal jam ngajar itu, ya harus nyabang ke sekolah lain. Cuma untuk GTT kan ada kontrak bahwa guru tidak boleh nyabang ke sekolah lain,” tambahnya.

Sementara, penerapan kurikulum kurtilas ini sudah dilakukan di SMK negeri maupun swasta.

“Sudah menerapkan kurtilas. Hanya saja, untuk kasus guru sampai kehilangan total jam mengajar, saya belum menemukan,” pungkasnya. (yan)

Facebook Comments