Metro Pekalongan

Ini yang Menjadi Tujuan Utama Penerapan K13

pemberian materi dari Aniek Supriyanti

AKTIVITAS – Peserta antusias mendengarkan penjelasan dan intruksi, saat pemberian materi dari Aniek Supriyanti.
MALEKHA

KOTA PEKALONGAN – Membangun pondasi sikap dan pengetahuan pada Anak Usia Dini (AUD), menjadi tujuan utama Penerapan K13 yang akan diterapkan di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Mengingat lembaga PAUD adalah lembaga pendidikan paling fundamental karena awal pembentukan.

Demikian disampaikan pemateri workshop K13 yang juga Pengurus Pusat PAUD, Aniek Supriyanti, saat menjelaskan kerangka dan tujuan penerapan K13 dilembaga PAUD di Aula Dindik Kota Pekalongan, Jumat (13/7). “Nah dengan tujuan ini, pendidik harus mampu menstimulasi peserta didiknya untuk mencapai kompetensi yang distandarkan,” ungkap Aniek, sapaan akrabnya.

Ia menambahkan, bagaimana cara anak-anak usia dini bisa mencapai kompetensi yang distandarkan? karena mengingat lembaga PAUD adalah lembaga pendidikan terbawah yang tidak boleh diberikan pembelajaran secara kaku, karena itu bisa mempengaruhi perkembangan psikologinya.

“Kita sebagai guru harus paham nih, bahwa PAUD adalah tempat bermain. Jadi kita harus mencari formula bagaimana kompetensi dasar yang menjadi tujuan bisa diserap anak-anak PAUD dengan baik tapi dengan cara yang mereka suka yaitu bermain, tidak dibebani dengan pembelajaran-pembelajaran yang memberatkan seperti calistung,” imbuhnya.

Meskipun tak bisa dipungkiri, bahwa banyak orang tua diluar sana yang menginginkan anak-anaknya keluar dari PAUD sudah pandai membaca, menulis dan berhitung. Padahal itu bukan kompetensi yang harusnya mereka miliki.

“Walaupun berat, tapi tugas kita sebagai guru untuk memahamkan setiap orangtua bahwa putra-putri mereka harus distimulasi dengan cara yang tepat. Agar kelak mereka siap menghadapi fase-fase berikutnya,” tutur Aniek.

Sementara itu, panitia penyelenggara Sherly Imanda Hidayah SPsi menambahkan, workshop K13 ini sebagai upaya penyiapan para pendidik untuk memahami penerapan K13 pada lembaga PAUD, karena berdasarkan survey masih banyak yang bingung tentang K13 untuk PAUD.

“Workshop ini diikuti oleh seluruh PAUD di Kota Pekalongan, karena sebagian PAUD sudah menggunakan K13 dan banyak juga yang belum. Nah jadi disini mereka akan saling berbagi melengkapi kefahaman dari penerapan K13,” terang Sherly.

Karena K13 ini, memiliki cukup banyak perbedaan dengan KTSP, mulai dari pendekatan pembelajaran bermacam-macam, seperti scientific, kreatif, pengenalan terhadap lingkungan dan lain sebagainya. “Kami berharap, kedepan pendidikan di Kota Pekalongan semakin berkualitas, membentuk para pendidik yang berkualitas serta melahirkan generasi yang semakin berkualitas,” pungkas Sherly. (mal)

Facebook Comments