Radar Batang

Dapat Restu Jokowi, Bupati Wihaji Gerak Cepat

DOK ISTIMEWA
BERCENGKRAMA – Disela-sela peninjauan ke lokasi yang akan dijadikan Transit Orientide Developmen (TOD), Bupati dan Wakil Bupati beserta Sekda dan juga jajarannya terlihat bercengkrama santai.

*Siapkan Sarpras Penunjang Konsep TOD
*Bersama Wabup, Sekda dan Jajaran Kunjungi Lokasi

BATANG – Setelah mendapat restu dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait usulan konsep Transit Orientide Developmen (TOD), Bupati Batang, Wihaji langsung bergerak cepat. Bersama Wakil Bupati Suyono, Sekda Batang Nasikhin dan kepala OPD, Bupati melakukan kunjungan dan survai lokasi TOD yang ada di KM 398 Tol Trans Jawa, yaitu di daerah pantai Celong, Kecamatan Banyuputih.

“Sebagai tindak lanjut dan juga bentuk keserisan kita terkait Konsep TOD yang sudah di setujui Presiden, maka hari ini kita melakukan survai lokasi. Langkah ini sebagai bagian persian untuk mendukung penerapan konsep TOD,” ujar Bupati Wihaji, disela-sela peninjauan kemarin sore.

Bupati mengungkapkan, begitu mendapat paparan terkait konsep TOD, yang merupakan gabungan kekuatan terintegrasi antara tol, UMKM dan Wisata, Presiden Jokowi langsung menyetujuinya. Mengingat konsep tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM. Apalagi jika melihat lokasinya yang berupa Exit Tol dan Rest Area yang langsung bisa melihat View pantai, membuat bupati optimis konsep tersebut akan berjalan dengan baik.

“Untuk lahannya sendiri nantinya seluas 30 hektare yang merupakan milik PTPN 9 Siluwuk, sehingga sebelum jauh kita letakan dasar-dasarnya dulu. Nantinya lahan tersebut akan menyambungkan dengan Master Plan Smart City, yang didalamnya ada UMKM serta wisata,” jelas kata Wihaji.

Untuk mewujudkan konsep tersebut, pihak Pemkab terus melakukan koordinasi dengan PTPN, BPJT dan pihak jasa marga serta dinas terkait.

Sementara itu,

Manajer PTPN 9 Siluwuk, M Fahrurosi menyatakan pihaknya sangat mendukung TOD yang akan dikembangkan oleh Pemkab Batang. Bahkan nantinya konsep tersebut akan disambungkan dengan bisnisnya PTPN.

“Kerjasama ini akan ada banyak aspek sesuai yang diajukan Pemkab, dan akan kita kordinasikan dengan PTPN pusat agar bersinergi. Kita juga akan pelajari konsep kerjasmanya, apakah nanti ada penyertaan modal berupa tanah atau lahannya. Namun pada pokoknya kami dari pihak PTPN tidak mempermaslahakan lahan digunakan untuk TOD, yang terpenting ada optomalisasi lahan lebih prospektif yang ada nilai ekonominya,” tandas Fahrurosi. (don)

Facebook Comments