Radar Batang

Samsat Kejar Tunggakan PKB Rp 4,9 Miliar

Samsat Kejar Tunggakan PKB Rp 4,9 Miliar

SOSIALISASI – Kepala UPPD Kabupaten Batang, Roro Heruwaty Wahyu (kerudung merah) tengah mensosialisasikan wajib pajak kendaraan bermotor.
M DHIA THUFAIL

BATANG – Tunggakan pajak kendaraan bermotor (PKB) di kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Batang, Jawa Tengah, hingga mendekati akhir tahun anggaran 2018 mencapai sekitar Rp 4,9 miliar.

Kepala UPPD Kabupaten Batang, Roro Heruwaty Wahyu, didampingi Kasi PKB/BBNKB, Nur Aeni Asih, Kamis (12/7), mengatakan bahwa jumlah nominal tunggakan atau pajak yang belum terbayarkan itu didominasi oleh pajak kendaraan bermotor roda dua.

“Jumlah nominal tunggakan itu setara dengan 5.777 unit kendaraan bermotor, dengan rincian 455 unit kendaraan bermotor roda empat dan 5.322 unit kendaraan roda dua,” ungkap Heruwaty.

Menurutnya, tunggakan pajak kendaraan bermotor tersebut terhitung dari mulai bulan Januari hingga Juni 2018. Namun demikian, Heruwati mengatakan tetap optimistis jumlah tunggakan itu bisa terselesaikan pada akhir tahun 2018 mendatang.

“Meski demikian, kami tetap optimistis akhir tahun justru bisa melampaui target karena ada beberapa upaya yang dilakukan,” katanya.

Seperti halnya dengan melakukan pelayanan jemput bola, peningkatan sosialisasi, dan memunculkan keberadaan Samsat Siaga, Samsat Paten dan Samsat Keliling.

Termasuk menambah titik pelayanan seperti di area car free day (CFD), pelayanan di desa-desa dan menambah razia gabungan. “Kami berusaha menagih tunggakan pajak kendaraan bermotor dengan mendatangi para wajib pajak secara `door to door`. Cara ini, kami menilai lebih efektif karena bisa membantu pemilik kendaraan yang belum sempat membayarkan pajak kendaraannya,” katanya.

Disebutkan Heruwaty, saat ini pencapaian PKB baru menginjak angka Rp28.270.560.900 atau setara 47,11 persen dari target Rp59.998.000.000.

Sedang untuk pencapaian BBN KB hingga bulan Juni 2018 mencapai Rp34.255.155.000 atau setara 53,27% dari target Rp64.295.580.000.

“Kami berharap pada wajib pajak kendaraan bermotor tertib, dan membayarkan kewajibannya yaitu dengan membayar pajak kendaraannya. Pajak tersebut sebagai upaya membantu kemajuan pembangunan,” pungkasnya. (fel)

Penulis: M Dhia Thufail | Radar Pekalongan
Redaktur: Akhmad Saefudin

Facebook Comments